Telkom Harapkan ARPU IndiHome Terkerek oleh iflix dkk

Model dan UseeTV (dok)

JAKARTA (IndoTelko) – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) tengah getol memoles layanan UseeTV yang menjadi bagian dari Triple Play IndiHome.

Emiten Halo-halo ini baru saja menggandeng HBO Asia dan Dream Work Animation (DWA). Terbaru, layanan TV streaming iflix yang menyediakan film-film box office bisa disaksikan melalui IndiHome. (Baca juga: Konten IndiHome)

iflix adalah salah satu start up yang banyak diperbincangkan di Asia Tenggara dan digadang-gadang sebagai penantang dari Netflix yang diblokir Telkom dari IndiHome beberapa bulan lalu. (Baca juga: OTT di IndiHome)

Indonesia menjadi negara keempat yang dilayani iflix setelah Malaysia, Filipina, dan Thailand. Ada sekitar 50 ribu konten video yang dimiliki dimana 3 ribu diantaranya konten anak-anak. Per April diperkirakan ada sekitar 2 juta pelanggan dari iflix yang menonton film-film Hollywood, acara TV regional Asia, dan lokal serta film yang tersedia di Asia Tenggara  

“iflix dengan tayangan favorit keluarga akan menjadi salah satu suguhan unggulan dari IndiHome. iflix akan mulai dapat dinikmati oleh pelanggan IndiHome pada awal  bulan Juni 2016,” jelas  Direktur Consumer Service Telkom Dian Rachmawanpada penandatangan kerjasama Telkom dengan iflix, di Jakarta, Selasa (19/4) malam.    

Telkom akan memberikan penawaran khusus, yakni gratis berlangganan iflix pada periode tertentu. Untuk menikmati promo iflix tersebut,  pelanggan dapat melakukan pra registrasi melalui aplikasi “MyIndihome” yang dapat diunduh pada Play Store.

Ke depannya seluruh pelanggan lama maupun pelanggan baru IndiHome  dapat menikmati layanan TV Streaming iflix tersebut dengan melakukan registrasi melalui www.iflix.com atau melalui aplikasi iflix.

Seluruh pelanggan IndiHome dapat mengakses layanan iflix dari berbagai perangkat, termasuk ponsel, laptop, tablet, dan televisi. Khusus pelanggan IndiHome juga dapat men-download acara TV dan film koleksi iflix, ke ponsel mereka atau tablet untuk melihat secara offline.

Tingkatkan ARPU
Pria yang dipanggil Panglima IndiHome oleh kalangan internal Telkom ini mengatakan untuk enam bulan pertama nantinya pelanggan basic service atau berlangganan 10 MBps akan digratiskan mengakses iflix.

“Setelah enam bulan bisa nonton iflix, tetapi harganya agak mahal. Kita sarankan pindah ke paket langganan 20, 30, 40, 50 atau 100 Mbps. Kalau milih paket di atas 10 MBps kita kasih gratis 1,5 tahun iflix dan lainnya,” ulasnya.

Sekadar diketahui, paket berlangganan 10 Mbps dari IndiHome per bulan sekitar Rp 405 ribu. Sementara untuk paket 20 MBps (Rp 660 ribu), 30 MBps (Rp 935 ribu), 40 Mbps (Rp 1,210 juta), 50 Mbps (Rp 1,41 juta), dan 100 Mbps (Rp 1,66 juta).

Artinya, jika Telkom ingin mendorong pelanggan IndiHome memilih paket dengan kuota lebih besar, tentunya ingin mengerek Average Revenue Per User (ARPU) yang sekitar Rp 310 ribu di 2015. (Baca juga: ARPU IndiHome)

“Masyarakat kita sudah hepi dengan 10 Mbps, padahal di luar negeri itu standar 100 Mbps. Sekitar 90% dari 1,5 juta pelanggan IndiHome, pilih paket 10 Mbps. Saya ingin dorong masyarakat rasakan true broadband layaknya di luar negeri. Paketnya kita banyakin konten dan bonus, worth it lah,” kilahnya.

Pada kesempatan sama, Project Director Probis TV Video Telkom Joddy Hernady menambahkan tujuan lain menggandeng Over The Top (OTT) seperti iflix adalah untuk menjaga loyalitas pelanggan. “Kita sudah seleksi sekitar 30 OTT, dipilih nanti 4 yang mewakili segmen streaming video dan musik. Nanti HOOQ akan masuk ke IndiHome juga. Kita harapkan setiap hari ada lima ribu pelanggan baru,” katanya.

Co-Founder & CEO iflix Mark Britt menjelaskan, dipilihnya Telkom sebagai mitra di Indonesia karena memiliki jaringan dan teknologi yang kuat. “Masyarakat Indonesia lebih baik berlangganan iflix melalui jaringan IndiHome karena harga lebih murah nanti. Jika mau langsung ke iflix, tetap dilayani, tetapi akan lebih mahal,” tutupnya.(dn)