Bhinneka.com Perluas Layanan ke Segmen Korporasi

Ilustrasi (dok)

JAKARTA (IndoTelko) – Pemain eCommerce, Bhinneka.com memperluas segmen yang dilayaninya ke korporasi dengan meluncurkan Bhinneka Bisnis.

"Segmen korporasi itu beda dengan konsumen. Kami ingin mempermudah melakukan pembelian dengan Bhinneka Bisnis,” kata CEO Bhinneka Hendrik Tio kemarin.

Diungkapkannya, selama ini Bhinneka Bisnis telah berhasil mendapatkan pelanggan korporat sebanyak 20.000 pelanggan.

“Kalau gak ada woro-woro saja bisa seperti itu. Ini kita sudah umumkan resmi, tentu diharapkan ada pertumbuhan sekitar 50%,” papar Corporate VP Bhinneka Heriyadi Janwar.

General Manager Corporate Sales Bhinneka, Peter Rumahlewang menjelaskan, ada 3 hal yang membedakan Bhinneka Bisnis dengan Bhinneka untuk konsumen.

Hal pertama adalah masalah harga. Melalui Bhinneka Bisnis, harga yang digunakan adalah harga untuk korporat, yang dia klaim lebih kompetitif daripada harga untuk konsumen.

Kedua adalah metode pembayaran. Melalui Bhinneka Bisnis, perusahaan dapat melakukan pembayaran secara bertahap. Dan yang terakhir adalah tracking alias pelacakan. Jadi, perusahaan dapat mengetahui siapa yang melakukan pembelian.

Untuk menggunakan Bhinneka Bisnis, maka sebuah perusahaan -- baik perusahaan besar maupun UMKM harus melakukan registrasi online. Verifikasi diperkirakan akan memakan waktu sekitar 3 hari. Setelah itu, perusahaan akan dapat melakukan pembelian melalui Bhinneka Bisnis.

Akun Bhinneka Bisnis sebuah perusahaan dapat digunakan oleh beberapa orang sekaligus. Setiap perusahaan akan memiliki administrator, yang bertugas untuk mengundang rekan kerjanya untuk melakukan pembelian melalui Bhinneka Bisnis.

Melalui Bhinneka Bisnis, perusahaan juga dapat memasang batas untuk pembelian, misalnya untuk sebuah departemen, mereka hanya dapat menghabiskan budget dengan nilai tertentu.

Bhinneka juga menawarkan fitur laporan yang ada dapat diekstrak dan diubah menjadi file Excel. Perusahaan lalu dapat melihat informasi yang mendetail tentang pembelian.

 IPO

 Lebih lanjut Hendrik menegaskan, perseroan tetap ingin mewujudkan impian melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) pada 2018 mendatang.

“Kita tengah serius melakukan pendekatan dengan para investor besar, khususnya investor lokal. Sudah ada lima calon investor baru yang siap mengucurkan dana segarnya untuk Bhinneka.com. Prosesnya hanya tinggal mencocokkan visi dan misi saja, sehingga ke depannya kerjasama tersebut tidak menemukan banyak kendala,” katanya.

Ditambahkannya, mitra investor memang ingin diperkuat agar aksi IPO bisa lancar nantinya. “Kita sedang menyatukan chemistry dengan calon investor,” katanya.

Sebelumnya Bhinneka.com juga telah mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 300 miliar dari perusahaan pemodal ventura Ideosource asal Jakarta.(wn)