Joedi Wisoeda: Belajar dari Kesalahan

Joedi Wisoeda (dok)

Tak banyak eksekutif operator telekomunikasi yang sukses kala berpindah dari perusahaan lamanya.

Joedi Wisoeda bisa dikatakan salah satu contoh suksesnya seorang eksekutif operator kala berpindah industri. Memulai karir di Telkom selama 12 tahun sejak 1992, Pria berpenampilan kalem ini pindah ke XL Axiata mulai 2004.

Di anak usaha Axiata ini, Joedi menimba berbagai pengalaman mulai mengurus jaringan, bisnis, marketing, hingga Digital Services. Kala meninggalkan XL Axiata pada 2014, posisi terakhir yang digenggamnya adalah Vice President.

Selanjutnya Joedi berlabuh di Samsung Electronics Indonesia untuk jabatan Product Marketing Head. Kejutan di hadirkan Joedi pada Oktober 2015, dimana memilih menjadi Country Director/Group CEO Ascend Group Indonesia.

Ascend Group melakukan ekspansi bisnis di Indonesia pada bulan September 2015. Ascend Group Indonesia berkolaborasi dengan PT Witami Tunai Mandiri untuk melahirkan produk TrueMoney Witami (TrueMoney). Perusahaan ini merupakan unit bisnis dari Charoen Pokphand Group.

Berfokus untuk mengembangkan bisnis berbasis online di Asia Tenggara, Ascend Group hadir di  enam negara ASEAN dan akan hadir di tiga negara ASEAN lainya yaitu Singapura, Malaysia,dan Laos di tahun 2016.

Jelang akhir Maret 2016, TrueMoney membuat gebrakan dengan mengantongi Sertifikat e-Money Syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan berkolaborasi dengan LLPOM MUI membangun platform Siap Halal guna mempermudah mendapatkan sertifikat halal bagi UKM dan perusahaan. (Baca juga: TrueMoney Kantongi Sertifikat Syariah)

IndoTelko sempat mewawancarai Joedi beberapa waktu lalu, berikut kutipannya:

Apa saja layanan dari TrueMoney?
Kami melayani pembelian pulsa dan PPOB, pembayaran tur dan travel, transfer dana, serta  tarik tunai. Kami juga layani remitansi domestik bekerjasama dengan 90 bank dan PT Posindo, serta sekitar seribu agen di Indonesia. Saat ini yang paling banyak transaksi dari Top Up dan bill payment.

Nama TrueMoney menjual?
Di pasar yang sudah dimasuki di negara lain, TrueMoney pemimpin pasar dengan penguasaan sekitar 82%. Tahun 2017, targetnya menjadi pemain eMoney nomor satu di Asia Tenggara. TrueMoney bisa bangun skala ekonomi lebih kencang ketimbang Mpesa di Afrika.

Persaingan TrueMoney dengan Bank dan operator telekomunikasi, bagaimana mengatasinya?
Difrensiasi kami lumayan kuat. Kita ini pemain independen sehingga tak tergantung harus punya rekening di satu bank atau tidak. Harus pakai SIM Card tertentu atau tidak. Ini adalah uang elektronik untuk semua. Apapaun service yang ditawarkan TrueMoney, semua bisa pakai.

Strategi masuk pasar?
Kami belajar dari yang dilakukan Ascend di negara lain. Kita akan kembangkan Agen Lab. Konsepnya adalah membidik pasar yang benar-benar unbankable dengan mencari agen yang memiliki pengaruh di komunitasnya. Nanti Agen ini akan memfasilitasi pengguna untuk mengakses TrueMoney. Untuk keamanan, EDC kita ada finger print, nanti si pengguna tinggal approval via itu. Intinya, si Agen harus proaktif.

Berapa target agen dan pengguna tahun ini?
Kita bidik 3 juta member aktif dengan nanti ada 100 ribu agen yang mendukung. Kita ini baru bergerak Septemeber 2015, itu saja ada sekitar 5 ribu transaksi. Kalau fitur makin lengkap dan 63 ribu EDC disebar tahun ini, tentu transaksi akan meningkat. Nanti kami juga akan masuk ke sekolah-sekolah dan komunitas muslim di Indonesia, seperti pondok pesantren, sekolah islam, masjid, dan Koperasi Syariah atau Baitul Maal Wat Tamwil (BMT)

Bagaimana Anda melihat perkembangan e-money di Indonesia?
Kalau saya bandingkan dengan negara lain, ada kesalahan yang kita lakukan. Selama ini e-money banyak dikembangkan untuk bankable. Anda bidik pengguna ritel market seperti Indomaret atau Alfamart. Sediakan untuk pembayaran toll. Ini kan semua bankable people. Saya tak mau lakukan kesalahan yang sama. TrueMoney benar-benar akan masuk ke unbankable people. Apalagi nanti Ascend akan buka eCommerce di  Indonesia, ini akan bagus untuk sinergi dengan TrueMoney

Bagaimana sinergi eCommerce Ascend dengan TrueMoney?
Kalau di negara lain, penjual itu difasilitasi masuk ke ranah online. Produknya difoto, sampai transaksi pun dibereskan oleh Agen, mereka tinggal approval. Jadi, emotional bonding dibangun agar ada kepercayaan kepada agen. Kita akan terapkan ini nanti di Indonesia agar cashless society benar-benar terjadi.

Anda punya puluhan ribu EDC akan disebar, tak dimonetisasi?
Kita sedang bicara dengan Indosat dan Smartfren untuk bisa interperobilitas. Konsep membesarkan e-money di Indonesia ini tak bisa sendiri. Saya belajar kala mengembangkan iklan digital di XL. Dulu dibikin aliansi operator, terus datang bersama ke pengiklan. Dengan basis massa yang besar, baru pengiklan memandang pemain Telco. Nah, di e-money ini sama. Kalau bisa kolaborasi, kita punya basis massa, jadi negosiasi atau menggarap pasar enak. Selain itu ada efisiensi juga di sisi investasi.(dn)