Bhinneka.com Targetkan Omzet Tumbuh 100%

Manajemen Bhineka (dok)

JAKARTA (IndoTelko)  - PT Bhinneka Mentari Dimensi  atau Bhinneka.com, menargetkan omzet diraih  Rp 2 triliun tahun  ini atau naik  100 % dari pencapaian tahun 2015 yang sebesar Rp 1 triliun.

“Tahun ini kami menargetkan pendapatan di atas 100%  atau sekitar Rp 2 triliun dengan kontributor utama tetap dari segmen B2C sekitar 60% dan sisanya dari   B2B  sekitar 30%,"kata Chief Executive Officer (CEO ) Bhinneka.com Hendrik Tio, kemarin.

Dijelaskannya, perseroan akan memperbesar promosi melalui  iklan sekitar Rp 100 miliar.  "Untuk iklan tahun ini terutama melalui media online, cetak, billboard, dan radio sesuai dengan target market yang dipilih. Kami juga ingin agar iklan yang tayang di media berbeda dengan iklan eCommerce lainnya,"ujarnya.

Terkait adanya kemudahan yang akan diberikan otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada perusahaan eCommerce yang ingin listing di lantai bursa, Hendrik  mengapresiasi ha tersebut dan segera  mengkaji untuk go public.

"Saat ini kami sedang mengkaji itu, tapi dengan pertumbuhan perusahaan yang terus naik kami optimis tahun 2018  target go public bisa terlaksana. JIka terlaksana,tahap awal  kita akan  lepas sekitar 20 % sesuai dengan minimum go public," tutur Hendrik        

Dorong IPO
Sebelumnya, pemerintah mendorong agar pelaku usaha eCommerce lokal atau asing untuk melantai di Bursa Efek Indonesia seiring dengan dibukanya sektor itu untuk penanaman modal asing (PMA).

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara  mengatakan perusahaan eCommerce dengan modal kurang dari Rp10 miliar memang hanya diperuntukkan untuk pelaku usaha domestik. Namun, PMA bisa masuk maksimum dengan porsi 49% untuk perusahaan eCommerce dengan modal di atas Rp10 miliar tetapi kurang dari Rp100 miliar. Bahkan, kepemilikan asing bisa mencapai 100% untuk perusahaan eCommerce dengan modal di atas Rp100 miliar.

"Memang tidak ada kewajiban untuk pelaku usaha asing agar IPO. Namun, kami mendorong agar mereka melantai di Bursa Efek Indonesia agar pengelolaan mereka akan lebih baik dan semakin transparan. Selain itu, masyarakat kecil juga bisa berpartisipasi melalui pembelian saham perusahaan itu,” katanya.(tp)