Ridesharing Bisa Dongkrak Pendapatan Industri Otomotif

Ilustrasi (dok)

JAKARTA (IndoTelko) – Bisnis transportasi berbasis aplikasi diyakini bisa mendongkrak kinerja pendapatan dari sektor otomotif global mencapai US$ 6.7 triliun pada 2030.

Dalam laporan McKinsey & Co. study, model bisnis ridesharing akan berkontribusi sekitar US$1.5 triliun dari proyeksi US$ 5,2 triliun penjualan pada tahun itu, terdiri dari penjualan mobil, pergantian suku cadang, dan service.

“Perubahan yang cepat di sektor otomotif harus diwaspadai pemain manufaktur seperti  Ford Motor Co. Berkolaborasi dalam menawarkan layanan mobile seperti akses ke armada bisa dipertimbangkan,” kata   Kepala Praktisi seksi otomotif dari  McKinsey Hans-Werner Kaas seperti dilansir Bloomberg, kemarin.

Disarankannya, pemain manufaktur jangan alergi dengan pemain ridesharing seperti Uber, Lyft Inc., atau  Alphabet Inc.’s Google. “Pemenang sebenarnya belum jelas. Pelanggan belum menetapkan bagaimana idealnya menggunakan layanan mobile ini di otomotif. Kendaraan itu tak hanya perangkat, tetapi juga status diri,” katanya.

Diprediksinya pada 20130 dari 10 mobil yang terjual, salah satunya adalah yang bisa mengemudi sendiri. Sementara satu dari tujuh mobil yang terjual digunakan untuk bisnis ridesharing.

Penjualan mobil secara global pada 2013 diprediksi tembus 100 juta unit dan ridesharing akan berkibar di kota-kota yang memiliki trafik padat.

“Saat ini mobil-mobil sudah banyak dibekali perangkat lunak. Pada 2013, kontribusi perangkat lunak bagi nilai mobil bisa naik sekitar 20% dari tadinya 5%,” pungkasnya.(ak)