Ridesharing Mulai Goyang Bisnis Transportasi di Indonesia

Ilustrasi (dok)

JAKARTA (IndoTelko) – Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menilai makin populernya aplikasi Ridesharing  mulai menggoyang bisnis transportasi seperti taksi dan sewa mobil di Indonesia.

Dalam kajiannya, Fitch menyatakan di Jakarta dimana transportasi massal belum maksimal layanan, banyak masyarakat beralih ke ridesharing seperti Uber, Go-Jek, dan Grab Bike yang menawarkan tarif kompetitif. Sementara pemain yang menyediakan taksi atau mobil sewa dalam tekanan karena melambatnya ekonomi.

Dalam prediksi Fitch pemain yang mengoperasikan taksi dan mobil rental akan memiliki arus kas yang lemah bisa dilihat dari turunnya pendapatan atau modal kerja.

Pemain seperti PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) memiliki masa piutang usaha yang panjang menjadi 118 hari per September 2015 dibandingkan periode sama 2014 selama 98 hari atau 2013 selama 34 hari.

Taksi Express menerapkan pola pembayaran tetap ke supirnya. Konsep ini menjadi sulit dijalankan ditengah pendapatan terus turun. Jika waktu piutang terus panjang bisa berdampak negatif ke siklus modal kerja dari Express. Sementara pemain ridesharing menawarkan waktu bekerja yang lebih fleksibel ke driver-nya.

Diperkirakan pemain ridesharing akan melanjutkan aksi mengubah model bisnis tradisional di sektor transportasi pada 2016. Go-Jek, dan Grab Bike menawarkan diskon untuk memperbesar pangsa pasar. Sejauh ini pemerintah Indonesia masih belum memberikan kepastian hukum terkait bisnis ridesharing ini sehingga kontroversi terus terjadi di masyarakat.(wn)