Peruri Dukung Tiket Elektronik dari Pelni

Prasetio (dok)

JAKARTA (IndoTelko) - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) mendukung pengadaaan tiket elektronik (e-ticketing) dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni guna meningkatkan layanan bagi pengguna moda transportasi itu.

“Untuk dengan Pelni kami sudah bangun sistemnya. Kita nanti juga akna kerjasama dengan pemain Telco untuk pengembangan,” ungkap Direktur Utama Peruri Prasetio usai memaparkan kinerja perseroan selama semester I 2015, kemarin.

Dijelaskannya, Peruri menggarap sistem tiket elektronik dari Pelini melalui anak usaha Peruri Digital Security (PDS). “Itu PDS yang mengerjakan semua,” jelasnya. (Baca juga: Anak usaha Peruri main Sertifikasi Elektronik)

Sebelumnya, Pelni ingin menerapkan sistem tiket elektronik sebagai bagian dari sistem kontrol agar perusahaan mengetahui jumlah penumpang yang naik secara online. Selain itu, penerapan pembelian tiket elektronik ini juga untuk menghilangkan penumpang gelap dalam kapal.

Untuk menerapkan e-ticketing, Pelni kabarnya bekerja sama dengan beberapa pihak. Di antaranya adalah Telkom untuk jaringan elektronik di kantor cabang Pelni, dengan Telkomsel untuk jaringan data di kapal, Peruri untuk pengadaan tiket, dan agen perjalanan untuk penjualan tiket elektronik.

Kinerja    
Peruri sendiri selama semester I 2015 membukukan pendapatan sebesar Rp1,37 triliun, naik 17,31% dibandingkan semester I 2014 yang mencapai Rp1,17 triliun.

"Kenaikan pendapatan didorong meningkatnya semua lini produksi mulai dari pencetakan uang kertas dan uang logam, pita cukai, hingga pesanan pembuatan paspor," kata ungkap Prasetio.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2015, pendapatan mencapai 103,94% dari target Rp1,32 triliun.

Perusahaan mampu membukukan laba usaha yang mencapai Rp236,09 miliar, naik 31,37% dibandingkan 2014 yang mencapai Rp179,22 miliar. Sementara itu laba bersih menembus Rp145,4 miliar, naik 16,38% dari sebelumnya Rp124,94 miliar.

Adapun total aset Peruri mencapai Rp3,28 triliun, naik 22,29% dibandingkan sebelumnya sebesar Rp2,68 triliun. Peruri merevisi belanja barang modal menjadi Rp780 miliar, antara lain digunakan untuk menambah satu lini mesin baru.

"Dengan penambahan mesin baru, maka lini produksi pencetakan uang Peruri akan menjadi delapan lini. Penambahan mesin ini bagian dari modernisasi teknlogi sesuai dengan transformasi usaha Peruri. Instalasi mesin baru diperkirakan November 2016, dan ditargetkan beroperasi penuh awal 2016," pungkasnya.(dn)