Data Center Telkom di Singapura, Rudiantara: Tak Masalah

Rudiantara (dok)

JAKARTA (IndoTelko)  – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara tak mempermasalahkan rencana Telkom membangun data center di Singapura dalam rangka ekspansi internasional dari perusahaan pelat merah itu.

"Ini kan aksi korporasi. Kalau data center itu dibangun untuk melayani pasar luar negeri, tidak ada masalah,” tegas Pria yang akrab disapa RA itu, kemarin.

Menurutnya, langkah Telkom menggarap pasar Internasional melalui Singapura langkah yang positif. “Kita dukung,  ini bagus,” katanya.

Secara terpisah, Ketua Harian Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Detiknas) Ilham Akbar Habibie menilai langkah Telkom menggandeng Singapore Telecommunication Limited (Singtel) untuk menggarap pasar aplikasi di Indonesia harus dilihat sebagai aksi korporasi.  

“Ini aksi korporasi biasa. Telkom tidak bisa dianggap mewakili pemerintah Indonesia kendati mayoritas sahamnya dimiliki negara. Hal yang sama dengan SingTel, mereka juga listed di bursa saham walau ada saham pemerintah Singapura,” paparnya.

Sebelumnya, Telkom memperkuat ekspansi internasional dengan membangun data center Telin-3 di Singapura. Selain itu, perusahaan pelat merah ini juga berencana menggandeng SingTel menggarap pasar aplikasi.

Banyak kalangan menuding rencana ini membahayakan keamanan data informasi di Indonesia dengan mencampuradukan pembangunan data center Telin-3 dan pembuatan perusahaan patungan. (Baca juga: Ekspansi Telkom tak masalah)

Padahal, jika perusahaan patungan dengan SingTel berjalan, data center yang digunakan milik anak usaha Telkom, yakni TelkomSigma yang semuanya berlokasi di Indonesia.

Telkomsigma pula yang nanti akan membentuk perusahaan patungan dengan entitas usaha Singtel, National Computer Systems Pte Ltd (NCS). Sebanyak 60% saham akan dipegang Telkomsigma.(id)