Makro Ekonomi Melemah, Bisnis Server Tetap Bergairah

Ilustrasi (Dok)

JAKARTA (IndoTelko) — Bisnis server di Indonesia diperkirakan tetap bergairah walau kondisi makro ekonomi tengah melemah.

“Pasar server di Indonesia masih tumbuh hingga saat ini Kami melalui divisi Lenovo Enterprise Group (EBG) masih bidik pertumbuhan hingga double digit. Kita masih kuasai 19,6% dari pangsa pasar  dan 81,4% sisanya belum kami sentuh,” ungkap Enterprise Business Group Lead Lenovo Indonesia Vony Tjiu, kemarin.

Menurutnya,  Indonesia masih masuk lima besar untuk pertumbuhan pasar server. Selain itu, potensi makin besar karena ada integrasi dengan tim Personal Computer (PC) untuk meningkatkan pasar server hingga 5,6%.

“Kami mengincar segmen Unit Kecil Menengah (UKM) untuk meningkatkan operasional bisnis. Pasar UKM di Indonesia cukup besar dan potensial, mereka mendominasi hingga 50% dari total keseluruhan pasar. Sekitar 1,6 juta juta diantaranya berpotensi untuk menggunakan server bagi kemudahan usahanya. Kalau 10% dari total tersebut digarap dengan baik maka penjualan server Lenovo akan meningkat tajam,” jelasnya.

Dikatakannya, sektor UKM pun butuh server namun dengan sistem yang lebih sederhana. Solusi sistem terbaru yang dimiliki Lenovo XClarity diotaki oleh Intel Xeon prosesor E7 seri V3 diklaim dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan menambah efisiensi biaya pengeluaran.

Dari riset IDC, pada kuartal IV/2014 lalu pendapatan pabrik sistem server Lenovo global tumbuh sebesar 748,3%. Pertumbuhan tersebut diklaim sebagai hasil dari akuisisi divisi server x86 IBM.

Sebelumnya, juga meluncurkan Asus Server yang juga menyasar segmen small medium business (SMB) di Indnesia. Asus berhasil meraih setidaknya 10% pangsa pasar server untuk segmen UKM di Indonesia.(ak)