JAKARTA (IndoTelko) - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) akan menginisiasi terbentuknya konsorsium smart card nasional guna mendukung transaksi non tunai di masyarakat.
“Kami sudah bicara dengan beberapa pemain di smart card ini agar adanya konsorsium di industri smart card nasional. Pemainnya tidak banyak, jika ada konsorsium semua bisa sinergi dan melakukan personalisasi di produk untuk dimanfaatkan penerbit,” ungkap Direktur Utama Perum Peruri Prasetio, kemarin.
Diungkapkannya, di Indonesia terdapat beberapa pemain di smart card dan berpotensi membentuk konsorsium seperti Jaswindo, Trisakti, Wahyu Kartu, dan CSL. “Salah satu pentingnya konsorsium itu nanti bisa ada standarisasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha Peruri Atje Muhammad Darjan menambahkan, potensi bisnis smart card di Indonesia sangat besar mengingat pemain tidak hanya dari lembaga keuangan tetapi juga operator telekomunikasi.
“Bicara potensi tentu besar. Sekarang sudah ada kartu debit dan kartu kredit, besok e-money, kalau Peruri lebih ke segmen perbankan. Konsorsium ini juga penting untuk membangun kompetensi,” pungkasnya.
Dalam catatan, Peruri mengandalkan pendapatan dari percetakan uang dimana tahun ini target produksi sekitar 9,3 miliar bilyet naik dari 2014 sebesar 7 miliar bilyet.
Di Indonesia penggunaan e-money mulai menunjukkan taji khususnya di segmen transportasi seiring interkoneksi mulai banyak dibuka antar pemain. Terbaru, Bank Mandiri sebagai satu-satunya pemain e-toll berjanji akan membuka akses layanan e-toll di wilayah Bali kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI), tak lama lagi.
Ketiga bank pelat merah ini kabarnya membuat kesepakatan untuk membagi tiga porsi biaya investasi, dimana setiap bank menyetorkan modal 30% dari total biaya investasi, selain membayar komisi.
Sebelumnya, BRI menyiapkan dana Rp 10 miliar hingga Rp 30 miliar untuk total investasi e-toll di Bali dan Jawa. Bank Mandiri dan Jasa Marga menjalin kerja sama eksklusif untuk pembayaran jalan tol menggunakan e-toll card Mandiri sampai tahun 2018. Namun, Bank Indonesia (BI) meminta kepada Mandiri untuk membuka akses e-toll kepada bank lain.(ak)