Pemain Global Makin Rajin Gandeng Pengembang Lokal

Ilustrasi (dok)

JAKARTA (IndoTelko) – Pemain internet global yang melakukan penetrasi ke pasar Indonesia kian rajin menggendeng pengembang lokal untuk menigkatkan eksistensi produknya di pengguna.

Simak saja aksi dari toko aplikasi milik Baidu, Mobomarket, yang mengajak para pemain lokal  untuk mengembangkan ekosistem mobile internet di Indonesia.

Baidu melalui Mobomarket membuka peluang kerja sama dengan para manufaktur smartphone, operator, pengembang aplikasi lokal, serta payment channel.

“Kami ingin turut mengembangkan ekosistem industri mobile di Indonesia dan membantu para pengembang aplikasi lokal untuk mendistribusikan aplikasi mereka melalui Mobomarket,” kata Head of Mobomarket Product Team Li Junfeng  dalam keterangan tertulisnya.

Di Indonesia, Baidu memperkenalkan beberapa produk mobile dan personal computer (PC) unggulannya. Produk-produk mobile tersebut adalah, Baidu Browser (peramban khusus perangkat Android), DU Apps Series (yang terdiri dari DU Battery Saver dan DU Speed Booster), serta Mobomarket (www.mobomarket.co.id). Sementara, produk-produk untuk PC, antara lain Baidu Antivirus, Baidu PC Faster, dan portal Hao123.com.

Hadir sebagai toko aplikasi alternatif bagi para pengguna Android di Indonesia, Mobomarket mendistribusikan beragam aplikasi, termasuk games, wallpaper, serta ringback tone. Hingga kini, Mobomarket telah memiliki 517.000 aplikasi, lebih dari 1.000 di antaranya merupakan aplikasi asal Indonesia.

Saat ini baru sebanyak 283 pengembang aplikasi lokal yang bekerja sama dengan MoboMarket. Junfeng yakin ke depannya, dengan ekosistem yang semakin berkembang, akan ada lebih banyak lagi pengembang aplikasi yang bergabung di Mobomarket.

Mobomarket tahun ini berencana mengembangkan bisnisnya dengan membangun traffic platform, memperluas channel distribusi yang efektif, serta fokus dalam membantu partner dan para pengembang aplikasi dalam melakukan monetisasi.

Path
Segendang sepenarian, jejaring sosial Path baru saja mengumumkan Country Manager Path Indonesia yakni William Tunggaldjaja.
Path menyadari untuk lebih memperkuat posisi di Indonesia harus menggaet orang lokal dan mendirikan kantor di negeri ini.

“Pasar Indonesia unik untuk jejaring sosial. Path ingin menonjolkan dan mengakomodasi selera lokal nantinya. Saya akan mendekatkan Path dengan eksekusi lokalnya di pasar Indonesia,” kata William.

Path yang diluncurkan sejak November 2010 memiliki  30 juta pengguna dengan jumlah pengguna aktif harian sebesar 5 juta orang. Indonesia diperkirakan menyumbang sekitar 4 juta pengguna.

Diungkapkan William, salah satu aksi Go Local adalah menggandeng Doku untuk mempermudah konsumen Indonesia dalam melakukan pembelian stiker, filter, dan lainnya di Path. “Ini termasuk unik karena hanya ada di Indonesia, pasar luar negeri biasanya hanya memakai kartu kredit," ujar William.(ak)