GrabTaxi akan Lebih Agresif di Indonesia

Ilustrasi (dok)

JAKARTA (IndoTelko) – Aplikasi pemesan taksi, GrabTaxi, berjanji akan lebih agresif menggarap pasar Asia Tenggara, dimana Indonesia termasuk salah satu prioritas pasca mendapat suntikan dana seri D sebesar US$ 250 juta.

“Penduduk Indonesia sekitar 35% dari total populasi Asia Tenggara yang 650 juta jiwa, tentu saja Indonesia menjadi salah satu perhatian GrabTaxi,” kata Founder dan CEO GrabTaxi Anthony Tan, belum lama ini.

Diungkapkannya, sejak masuk ke Jakarta pada Juni lalu pertumbuhan pengguna lumayan siginifikan. Rencananya dana yang akan didapat akan digunakan untuk memperkuat  Sumber Daya Manusia (SDM) agar berkualitas dan menambah mitra.

Perseroan ingin bisa mendapatkan mitra seperti di Malaysia, yakni pengemudi untuk mengantar kopi hingga mendapatkan total booking selama tiga hari sebanyak 100.000 booking. "Kami ingin bisa mendapatkan mitra strategis yang meningkatkan penggunaan GrabTaxi," ujarnya.

Head of Marketing GrabTaxi Indonesia Kiki Rizki menambahkan, saat ini mitra di Indonesia belum ada dalam bentuk jangka panjang. Kerjasama yang dilakukan baru dengan pengemudi, rencananya akan diperluas juga dengan operator seluler.

"Kami bekerjasama dengan sekitar ribuan pengemudi dari lima top brand taxi di Indonesia. Kami tidak bisa sebut brand-nya karena kami kerjasama bukan dengan perusahaannya," katanya.

Saat ini GrabTaxi belum mengambil pendapatan dari kerjasama dengan pengemudi. Ke depan akan dicari model bisnis yang tepat dengan para pengemudi ini.

Aplikasi ini sudah ada di iOS, android dan Blackberry store. GrabTaxi telah beroperasi di Klang Valley di Malaysia, Manila dan Davao City di Filipina, Bangkok dan Pattaya di Thailand, Ho Chi Minh di Vietnam, juga Jakarta di Indonesia.

Langkah GrabTaxi yang ingin agresif di pasar Asia Tenggara berseberangan dengan pesaingnya, EasyTaxi, dimana dikabarkan ingin mengurangi operasional di beberapa negara seperti Indonesia, Hong Kong, dan India.

Start Up yang didukung Rocket Internet ini masuk Indonesia pada bulan Mei 2013 dan kabarnya mendapat respons positif dari pasar. Sayangnya, untuk urusan cuan tak secerah trafik yang dinikmati.

EasyTaxi didukung total pendanaan sekitar US$ 77 juta yang digunakan untuk beroperasi di seluruh dunia.Pasar Asia yang menjadi perhatian EasyTaxi di Vietnam, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, Filipina, dan Korea Selatan.(ak)