Saatnya Mengoptimalkan Peran TIK

Ilustrasi (dok)

Laporan Networked Society City Index  yang dikeluarkan Ericsson belum lama ini belum menunjukkan perubahan bagi Kota Jakarta.

Tingkat kematangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Jakarta masih rendah dibandingkan kota-kota lainnya di Asia Tenggara. Jakarta  berada di posisi ke-34 dari 40 kota yang dinilai. Posisi Jakarta hanya lebih baik dari Kairo, Delhi, Laos, Karachi, dan Dhaka

Survei ini melihat peringkat kematangan TIK  dengan mengukur tingkat kematangan dalam hal investasi  di bidang ekonomi, sosial, dan pengembangan lingkungan. Lima kota teratas yakni Stockholm, London, Paris, Singapura dan Kopenhagen tetap stabil tingkat kematangan TIK-nya.

Sembilan nama kota telah ditambahkan dalam laporan tahun ini yaitu Berlin, Munich, Barcelona, Athena, Roma, Warsaw, Muscat, Abu Dhabi dan Dubai. Diantara kota-kota tersebut Munich tengah berada di peringkat tertinggi, diikuti oleh Berlin dan Barcelona.

Posisi Jakarta yang tak bergerak seperti mewakili Indonesia secara keseluruhan dimana peringkat TIK negeri inimasih berada di bawah beberapa negara ASEAN jika merujuk pengukuran World Economic Forum (WEF) yang menempatkan di nomor 64 kalah dibandingkan Singapura (2) dan Malaysia (30).

Angin segar memang mulai dihembuskan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk sektor TIK dimana sepertinya tak memandangnya sebagai fasilitas tetapi enabler pembangunan.

Hal itu dapat dilihat dengan dioptimalkannya TIK untuk alat sensing (mengukur) dan understanding (mengetahui) suatu permasalahan melalui e-blusukan.

Tercatat, sudah dua kali Presiden Joko Widodo melakukan e-blusukan sejak dilantik berkat dukungan  aplikasi UmeetMe dan jaringan telekomunikasi milik Telkom.

Sewajarnya pemerintahan meningkatkan lagi porsi dari TIK menjadi alat pengendalian (controlling) sehingga smart nation bisa tercipta. Namun, sebelum itu semua terwujud dibutuhkan matangnya infrastruktur dasar broadband mengingat jaringan internet yang cepatlah penentu keberhasilan visi dan misi dari smart nation.

Sebuah pekerjaan rumah yang berat dan harus dituntaskan dalam waktu singkat oleh Kabinet Kerja.

@IndoTelko