Metrodata Geber Penjualan Ritel

Ilustrasi (Dok)

JAKARTA (IndoTelko) – PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) tengah menggeber penjualan di segmen ritel guna menopang kinerja perseroan di akhir tahun.

“Peluang pertumbuhan di di segmen ritel itu lebih besar dibanding korporasi. Ada ruang tumbuh di sektor ritel sekitar 10%-20% tahun ini. Sementara di segmen korporasi sekitar  5%-7% pertumbuhannya,” ungkap Direktur Keuangan Metrodata Electronics Randy Kartadinata, belum lama ini.

Dijelaskannya, perseroan telah  menambah jaringan pemasaran dan menambah produk guna menggenjot penjualan di segmen ritel. Perseroan menambah jaringan pemasaran dengan menggandeng toko ritel modern seperti Transmart Carrefour, Lotte Mart, Hypermart dengan membuka booth bernama M Store. Sejauh ini, Metrodata sudah memiliki 30 booth M Store.

Rencananya, Metrodata ingin menambah  M Store di 35 cabang Transmart Carrefour dan minimal 10 booth di Hypermart dan Electronic City. Namun realisasi penambahan M Store tersebut harus ditunda hingga 22 Juli alias jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan presiden 2014-2019.  

Metrodata juga menambay jaringan dengan menggandeng koperasi karyawan di beberapa perusahaan dan   membuka portal belanja online di situs www.metrodataonline.com.

Perseroan juga  berencana memperbanyak koleksi produk gadget seperti  smartphone dan tablet. “Kita rencananya akan menambah  dua sampai tiga prinsipal untuk diajak bekerjasama. Mudah-mudahan jadi dan kami bisa distribusikan sehingga bisa menambah portofolio produk Metrodata," katanya.

Sekadar catatan,  saat ini portfolio produk yang dijual Metrodata didominasi untuk pasar korporasi sekitar  80%-90% seperti  komputer, laptop dan storage. Sejauh ini  kontribusi penjualan ritel hanya sekitar 1%  terhadap total pendapatan Metrodata.Tahun ini Metrodata menargetkankontribusi penjualan ritel menjadi 3%-5%.
 
Tahun ini Metrodata menargetkan pendapatan Rp 8,08 triliun, atau meningkat 10,23% dibandingkan 2013 sebesar Rp 7,33 triliun. Sementara laba bersih diharapkan naik tipis 1,1% menjadi Rp 115 miliar.(ak)