Dian Swastatika Tak Minat Serap Right Issue Inti Bangun

Ilustrasi (Dok)

JAKARTA (IndoTelko) - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tidak akan menyerap saham baru yang ditawarkan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) dalam aksi rights issue yang digelar penyedia menara itu tak lama lagi.

Alhasil, porsi kepemilikan saham Dian Swastatika atas Inti Bangun akan berkurang atau terdilusi menjadi 8,4%, menyusut 1,6% dibandingkan kepemilikan semula yang mencapai 10% di pemilik kode saham IBST itu.

Direktur Dian Swastatika Sentosa, Hermawan Tarjono mengakui perseroan belum berencana untuk berpartisipasi dalam aksi right issu Inti Bangun. “Saham kami akan terdilusi sepertinya,” katanya.

Tak hanya Dian Swastatika, pemegang saham lain yang juga tidak akan mengeksekusi aksi korporasi Inti Bangun berupa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) adalah PT Bakti Taruna Sejati. 

Perseroan merupakan pemegang saham utama Inti Bangun dengan kepemilikan saham sebesar 50%, pasca dilakukannya aksi korporasi tersebut, saham Bakti Taruna Sejati juga akan terdilusi menjadi 42,7%. 

Sebagai catatan, Inti Bangun berniat melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan skema HMETD. Dalam pelaksanaan aksi korporasi itu, PT Sinarmas Sekuritas akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby-buyer) seluruh saham baru yang tidak diambil seluruhnya oleh pemegang saham lama. 

Perseroan akan menerbitkan sebanyak 207,8 juta saham baru dengan harga penawaran sebesar Rp 3.176 per saham. Artinya, Inti Bangun akan meraup dana segar senilai Rp 660 miliar dari aksi tersebut.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk belanja modal dan modal kerja. Sebesar 60% atau sekitar Rp 396 miliar akan digunakan untuk belanja modal, antara lain pembangunan menara baru dan peralatan pendukung co-location. 

Sementara, sebanyak Rp 264 miliar  atau setara dengan 40% dari total dana, akan dialokasikan untuk sewa lahan, operasional, perijinan serta pemeliharaan menara telekomunikasi.

Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 April 2014 guna meminta persetujuan para pemegang saham. Inti Bangun sepanjang 2013 masih mengandalkan penyewa Smart Telecom untuk menopang pertumbuhan.(ak)