M2M Mengkilap di Industri Minyak dan Gas

Ilustrasi (Dok)

GOTHENBURG (IndoTelko) – Lembaga riset Berg Insight memperkirakan layanan Machine to Machine (M2M) yang digunakan di sektor Minyak dan Gas (oil and Gas) sepanjang 2013 lalu lumayan mengkilap.

Dalam rilisnya lembaga ini memprediksi ada sekitar 423 ribu perangkat berbasis M2M yang terpasang di sektor Oil and Gas dengan  compound annual growth rate (CAGR)  21,4%. Pada 2018 diperkirakan jumlah tersebut bisa melesat menjadi 1,12 juta perangkat.

Koneksi yang dominan pada 2018 nantinya berasal dari satelit sebanyak  871 ribu unit, sedangkan seluler sekitar 244 ribu unit.  Pasar Amerika Bagian Utara menjadi yang paling banyak mengaplikasikan M2M dengan pemain utama  Pason Systems, Zedi dan lainnya.

Senior Analyst Berg Insight Johan Svanberg mengungkapkan pendorong utama adopsi M2M di sektor Oil and gas karena isu lingkungan, keamanan, regulasi, serta efisiensi dalam operasional.

“Aplikasi M2M banyak ditemukan dalam  monitoring dan kontrol pengeboran. Di Amerika Utara pengeboran minyak sedang booming, karena itu aplikasi ini marak digunakan,” jelasnya.(ss)