Indoritel akan Pacu Bisnis Daily Deal

Ilustrasi (Dok)

JAKARTA (IndoTelko) – PT Indoritel Makmur International Tbk (DNET) berencana akan menggenjot bisnis daily deal melalui portal Ogahrrugi.com.

Daily deals adalah layanan yang memberikan penawaran terhadap sebuah barang di bawah harga normal berupa diskon dan anggota bisa melakukan peawaran atas harga yang ditawarkan.

“Kita ada sisa dana sekitar Rp 250 miliar hasil right issue belum lama ini. Rencananya akan digunakan untuk modal kerja dari Ogahrugi,” ungkap Direktur Indoritel Makmur International  Evensius Go, usai Paparan Publik, kemarin.

Diharapkannya, dana sebesar  Rp 250 miliar itu bisa memacu kinerja dari portal ogahrugi yang selama ini berbasis model bisnis daily deal. “Kita targetkan pertumbuhan anggota portal belanja itu sebesar 120 ribu anggota. Kami akan kembangkan bisnis, sehingga ada kemungkinan memberikan dampak yang cukup baik bagi perkembangan bisnis perseroan di tahun depan," jelasnya.

Seperti diketahui, Indoritel dulunya bernama PT Dyviacom Intrabumi Tbk . Perseroan melakukan penawaran umum terbatas/right issue dengan melepas 14 miliar saham biasa dengan nilai nominal Rp 250 per saham. Harga pelaksanaan right issue Rp 500 per saham. Perolehan dana right issue sekitar Rp 7 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk menyertakan modal di sejumlah perusahaan di sektor konsumsi antara lain PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI), dan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) dengan masing-masing sebesar 35,8%, 31,5%, dan 40%.

Aksi korporasi ini menjadikan perseroan banting setir dari bisnis berbasis Teknologi Informasi menjadi perusahaan investasi yang  memiliki penyertaan pada perusahaan yang bergerak dalam barang konsumsi dan ritel.

Hingga September 2013, Indoritel memiliki aset mencapai Rp 7,08 triliun dari periode 31 Desember 2012 senilai Rp 16,82 miliar.

"Kami harapkan perubahan bisnis menjadikan perseroan lebih optimis untuk ke depannya. Sehingga kinerja perseroan bisa memberikan efek positif bagi induk perusahaan," ujarnya.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan penurunan pendapatan menjadi Rp 6,77 miliar hingga kuartal III 2013 dari periode sama tahun 2012 senilai Rp 9,73 miliar.

Selain itu, perseroan dapat meraih laba mencapai Rp 85,73 miliar hingga kuartal III 2013 dari periode sama tahun 2012 rugi Rp 252,51 juta.(ak)