Telkom Bukukan Keuntungan Rp 7,13 triliun di Semester I-13

Ilustrasi (DOK)

JAKARTA (IndoTelko) – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berhasil membukukan keuntungan sebesar Rp 7,13 triliun hingga semester pertama 2013 atau naik 10,8% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 6,42 triliun.

Jika dimasukkan perhitungan keuntungan sebelum dibagi dengan SingTel yang menjadi pemegang 35% saham Telkomsel, keuntungan Telkom di semester pertama 2013 sekitar  Rp 10,13 triliun atau naik 12,72% dibandingkan periode sama tahun lalu  sebesar Rp 8,98 triliun.

Laba usaha perseroan juga meningkat 12,6% menjadi Rp13,85 triliun dari Rp12,3 triliun didukung laba dari selisih kurs mencapai Rp100 miliar, sedangkan periode yang sama tahun lalu mencatat rugi senilai Rp 213 miliar.Sedangkan laba bersih per saham meningkat dari Rp333,9 menjadi Rp372,08.

Sementara Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) di semester pertama 2013 sebesar Rp 20,4 triliun atau naik 6,2% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 19,28 triliun. EBITDA margin mengalami penurunan 1,5% dari 52,5% di semester I-2012 menjadi 51% di semester pertama 2013.

Dikutip dari info memo laporan keuangan perseroan selama semester pertama 2013 perseroan berhasil mendapatkan pendapatan  Rp 40,16 triliun naik 9,37% dibandingkan periode sama 2012 sebesar  Rp 36,72 triliun.

Penopang pendapatan Telkom di semester I-2013 berasal dari jasa seluler (suara) sebesar Rp 15,398 triliun, Data, Internet dan IT (Rp 15,039 triliun), fixed line (Rp 5 triliun), interkoneksi (Rp 2,3 triliun), sewa jaringan (Rp 655 miliar), dan jasa lainnya Rp 1,7 triliun.

Naiknya pendapatan perseroan juga seirama dengan meningkatnya beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi yang naik menjadi Rp 9,73 trilun, dibanding beban operasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 8,23 triliun.
 
Posisi kas dan setara kas Telkom sampai dengan bulan Juni 2013 ini berkisar Rp 11,55 triliun, turun dibandingkan posisi kas dan setara kas pada sampai dengan bulan Desember 2012 sebesar Rp 13,11 triliun.

Sementara itu, rasio hutang perseroan terhadap ekuitas masih tergolong rendah. Hingga bulan Juni 2013, debt to ekuiti ratio (DER) perseroan masih berada di bawah angka 1, yakni 0,72 kali. Perseroan di semester I-2013 memiliki total utang Rp 16,5 triliun turun 5,3% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 17,4 triliun.

Selama kuartal kedua 2013 perseroan melakukan pembayaran pinjaman bank sebesar Rp 516 miliar,   TSL (Rp 88 miliar), dan Notes (Rp 164 miliar). Perseroan melakukan pinjaman ke bank sebesar Rp 1,165 miliar untuk modal kerja di kuartal kedua 2013 ini.
 
Perseroan pada 14 Juni 2013 merealisasikan program employee stock option (ESOP) dimana treasury stock sebanyak 59,811,400 lembar atau senilai Rp 641 miliar disebar sebagai insentif 2012 ke karyawan. Sisa dana sekitar Rp 208 miliar dari treasury stock dihitung sebagai tambahan modal.

Selama semester pertama 2013 belanja modal yang telah dikeluarkan Telkom sebesar Rp 8,1 triliun dimana diserap Telkom sebesar  Rp 1,5 triliun, Telkomsel (Rp 4,9 triliun), dan anak usaha lainnya sebesar Rp  1,7 triliun.  

Belanja modal digunakan Telkom untuk mengembangkan infrastruktur  akses dan  backbone dari layanan broadband. Telkomsel menggunakannya untuk membangun radio akses, anak usaha lainnya menambah menara dan mengembangkan infrastruktur.

Saat ini jumlah aset perusahaan telekomunikasi pelat merah ini bertambah menjadi Rp 111,47 triliun dibanding akhir tahun lalu senilai Rp111,37 triliun.(id)