Metrodata Masih Andalkan Bisnis Distribusi

Manajemen Metrodata (DOK)

JAKARTA (IndoTelko) –  PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) masih mengandalkan unit bisnis distribusi melalui anak usaha, Synnex Metrodata Indonesia, sebagai penopang pendapatan di 2013.

“Bisnis distribusi memiliki kontribusi sekitar 70% bagi total pendapatan 2013. Tahun lalu unit ini juga menjadi penopang pendapatan perseroan,” ungkap Direktur Keuangan Metrodata Randy Kartadinata dalam Paparan Publik di Jakarta, Senin (10/6).

Diungkapkannya, alokasi belanja modal pun sekitar 75% diserap oleh unit bisnis distribusi. Emiten dengan kode  saham MTDL  ini  menyiapkan belanja modal sebesar Rp 107 miliar. Terbagi atas, Rp 7 miliar untuk belanja modal peralatan kantor dan sudah terserap hingga Mei 2013 sebesar 25%. Pendanaan dari belanja modal ini dari dana operasional.

Belanja modal lainnya dialokasikan untuk penyewaan equipment sebesar Rp 100 miliar. Pendanaan dari belanja modal ini dari pinjaman perbankan.

Tumbuh 20,5%
Diungkapkannya, pada tahun ini perseroan membidik keuntungan sebesar Rp 95,97 miliar  atau tumbuh 20,5%  dibandingkan raihan 2012 sebesar Rp 79,671 miliar.

Penopang keuntungan pada tahun ini adalah jika pendapatan bisa diraih sebesar Rp 5,98 triliun  atau naik 15,6%  dibandingkan 2012.
 
Diprediksi,  bisnis distribusi akan menyumbang pendapatan sebesar Rp 4,27 triliun. Berikutnya bisnis solusi sebesar Rp 1,75 miliar, consulting sekitar Rp 173 miliar, dan retail sebesar Rp 77 miliar.

Hingga triwulan pertama 2013, realisasi dari target pendapatan dan keuntungan sudah tercapai 25%. Triwulan pertama 2013 Metrodata mencetak penjualan sebesar Rp 1,4 triliun  atau naik 23,8%  dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar  Rp 1,13 triliun.

Laba usaha perseroan selama kuartal pertama 2013 sebesar Rp 113,7 miliar atau naik 22%   dibandingkan periode sama 2012 sebesar  Rp 93,058 miliar.

Laba bersih di kuartal pertama 2013 sebesar Rp 38,8 miliar  atau naik 51%  dibandingkan periode sama 2012 sebesar  Rp 25,6 miliar.

Bagi Dividen
Presiden Direktur Metrodata Susanto Djaja mengungkapkan, pada tahun ini perseroan membagi dividen sebesar Rp 11,230 miliar  atau sekitar 14,1% dari laba bersih 2012.

Sementara sekitar Rp 1 miliar atau 1,3% dari laba bersih digunakan sebagai cadangan dan sisanya sebesar Rp  67,441 miliar atau 84,6% dari laba bersih sebagai laba ditahan.(ak)