Telkomsel: Smartphone itu Ibarat Oksigen

Arief Pradetya (DOK)

JAKARTA (IndoTelko) – Telkomsel memandang smartphone sebagai sesuatu yang penting bagi pertumbuhan pendapatan jasa datanya di masa mendatang.

“Smartphone itu ibaratnya oksigen bagi jasa data. Tahun lalu kontribusi jasa data sebesar 15% bagi total omzet. Tahun ini diharapkan menjadi 20%, salah satu strategi untuk mencapainya dengan mendorong kehadiran smartphone berbasis 3G,” ungkap  Division Head, Device Bundling & Customization Strategy Telkomsel Arief Pradetya di Jakarta, belum lama ini.

Telkomsel  selama 2012 mendapatkan pendapatan sebesar Rp 54,53 triliun atau naik 12% dibandingkan 2011 sebesar Rp 48,73 triliun. Hal ini berarti sekitar Rp 8.17 triliun adalah omzet jasa data.

Sedangkan  kontribusi Value Added Services (VAS) ke pendapatan Telkomsel pada tahun lalu sebesar 1,6%. Hal ini berarti omzet VAS sekitar Rp 872 miliar. Pada tahun ini perusahaan akan meningkatkan kontribusi layanan VAS menjadi 2,3%.

Jasa data pada tahun lalu mengalami pertumbuhan sebesar 50%  dengan ditopang 54 juta pengguna data dari 125 juta pelanggan. Diantaranya terdiri dari  11 juta pelanggan Telkomsel Flash dan  5.8 juta pengguna BlackBerry.

Diungkapkannya, pada 2012 Telkomsel memiliki 66 juta pengguna yang memiliki perangkat dengan kemampuan mengakses ke jasa data. Sedangkan total perangkat dengan unique IMEI sekitar 113 juta. Hal ini berarti ada sekitar 47 juta perangkat yang belum bisa mengakses ke data.

Jumlah handset dengan akses data di jaringan Telkomsel sebanyak 62,8 juta unit, dimana 16 juta smartphone, 46,8 juta unit feature phone. Sedangkan tablet sebanyak 494 ribu unit dan modem 1,53 juta unit.

“Pertumbuhan paling tinggi itu di smartphone yakni 26,5% dan tablet (138%). Tablet bisa tinggi karena ini barang baru,” jelasnya.

DNA
Lebih lanjut diungkapkannya, Telkomsel dalam mengembangkan ekosistem data percaya dengan konsep Device, Network, Application (DNA).  Device atau perangkat dipercaya sebagai katalis dan pendorong untuk strategi harga serta bisnis. Tanpa perangkat yang terjangkau, tidak ada gunanya jaringan dibangun.

Aplikasi dipercaya sebagai alasan dibelinya satu perangkat dan sebagai alat untuk meningkatkan penggunaan bagi operator. Network atau jaringan dipercaya untuk  memfasilitasi device dan aplikasi.

“Kami percaya dengan terus tumbuhnya kelas menengah di Indonesia,  tren smartphone dan aplikasi makin murah, ini akan menjadi pendorong jasa data,” katanya.

Menurutnya, dengan hadirnya smartphone berbasis 3G akan menjadikan Return of Investment (ROI) jaringan lebih cepat. Pasalnya, penggunaan aplikasi akan lebih banyak. Kian tinggi akses ke aplikasi, artinya makin luas skala ekonomi dan bisnis. Ini artinya pendapatan bagi Telkomsel.

“Pengguna dengan smartphone itu Average Revenue Per User (ARPU) lumayan tinggi, apalagi sebulan pertama dia menggunakannya. Di jaringan kami saja, 79% pengguna yang berbasis platform Android dengan multiple sim card, masih menjadi pengguna data aktif. Bayangkan hausnya masyarakat akan akses data,” katanya.(id)