Transformasi Belum Memberikan Hasil di IM2

Ilustrasi (Dok)

JAKARTA (indotelko) – Langkah PT Indosat Tbk (Indosat) mentransformasi bisnis anak usahanya, PT Indosat Mega Media (IM2)  untuk lebih fokus menggarap   bisnis penyediaan konten, value added services, dan solusi teknologi informasi (TI) sepertinya belum menunjukkan hasil yang menggembirakan hingga triwulan III-2012.

Dikutip dari data Paparan Publik yang dibagikan Indosat pada pekan lalu, terlihat hingga triwulan III-2012, IM2 hanya membukukan keuntungan Rp 5.893,3 miliar dengan pendapatan usaha mencapai Rp 220.807 miliar.

Laba usaha dari IM2 di kuartal III-2012 sebesar Rp 11.286 miliar karena besarnya biaya oeprasi yang mencapai Rp 209.520 miliar. Sedangkan aset yang dimiliki oleh IM2 pada periode itu sekitar Rp 508.246 miliar.

“IM2 itu memang pendapatannya tidak besar. Apalagi sejak pengelolaan mobile broadband ditarik ke Indosat. Waktu ada mobile broadband juga tidak begitu besar,” ungkap Presiden Direktur dan CEo Indosat Alexander Rusli akhir pekan lalu.

Berdasarkan data, pendapatan IM2 sebagai Internet Service Provider (ISP) pada 2011 mencapai Rp300 miliar dengan profit 10%-20% dan aset Rp 800 miliar.
 
Head Of Public Relations Indosat Adrian Prasanto menambahkan, IM2 memang sekarang lebih difokuskan ke bisnis VAS dan solusi TI, meskipun masih memberikan jasa akses internet ke UKM dan bermain di pengadaan titik WiFi.  

Dijelaskannya, ditariknya pengelolaan mobile broadband dari IM2 agar memudahkan perseroan dalam menawarkan jasa data ke pasar ritel baik untuk pengguna layar besar (komputer) atau kecil (ponsel).

“Sekarang dengan satu pintu penjualan Indosat Mobile Internet terus tumbuh,” katanya.

Direktur Utama IM2  Ridwan F Karsa menjelaskan, pergeseran fokus perseroan juga tak bisa dilepaskan dari  kian tingginya pengguna ponsel pintar di Indonesia sehingga perseroan  dipersiapkan sebagai innovation hub yaitu pusat inovasi dan kreasi dari teknologi masa depan untuk Indosat Grup.  

“IM2 meyakini bahwa kedepannya yang memegang peranan penting adalah konten dari internet itu sendiri, termasuk di dalamnya e-commerce. IM2 menyebut bisnis barunya dengan nama bisnis Over The Top (OTT),” jelasnya.(ak)