Nokia Rugi Rp 30 Triliun

Ilustrasi (DOK)

JAKARTA (indotelko) – Nokia mengalami kerugian Euro 2.3 miliar atau setara Rp 30 triliun pada 2012 karena pendapatan dari perseroan tak begitu menggembirakan.

Dikutip dari ZDNet, pendapatan Nokia selama 2012 hanya Euro 30 miliar atau setara RP 389,1 triliun alias turun   22 persen jika dibandingkan dengan 2011 yang mencapai Euro 38.6 miliar atau setara Rp 500 triliun. Penurunan pendapatan ini karena industri yang kian kompetitif dan dinamis.

Hasil yang buruk ini menjadikan untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir Nokia tak akan membagi dividen ke pemegang sahamnya seperti diusulkan oleh manajemen.

CEO Nokia Stephen Elop mengakui perseroan mengalami masa sulit pada pertengahan 2012, namun jika hanya melihat kinerja di kuartal keempat 2012, perseroan telah berjalan di jalur yang benar untuk bangkit dari keterpurukan.

Selama 2012, perseroan hanya mengapalkan 35 juta unit  smartphone jauh dibawah 2011 sebanyak 77 juta unit. Sedangkan Non-smartphone hanya 301 juta unit di 2012 merosot dibandingkan 2011 sebanyak  340 juta unit.  

Perseroan juga menerima pembayaran dari Microsoft sekitar US$250 juta atau setara Rp 2,4 triliun per kuartal sebagai penggunaan dari platform Windows di perangkatnya. Angka ini jika ditotal setara dengan sepertiga dari pendapatan Nokia pada 2012.
 
“Pada kuartal keempat 2012 kondisi keuangan kami membaik berkat menaikkan margin dari perangkat dan services, mengenalkan merek Here untuk peta digital, dan mendorong keuntungan di  Nokia Siemens Networks,” katanya.

Berdasarkan catatan pada kuartal IV-2012 Nokia berhasil mencetak keuntungan Euro 439 juta atau setara Rp 5.7 triliun, penjualan Euro 8.04 miliar, dan smartphone Lumia terjual sebanyak 4,4 juta unit.

Positifnya kinerja dari Nokia pada kuartal IV berkat naiknya penjualan ponsel dan efisiensi biaya.

Hentikan Symbian
Sementara itu, dikutip dari TechCrunch, Nokia juga menyatakan tidak lagi memproduksi ponsel berbasis symbian.  Produk 808 PureView yang dirilis tahun lalu adalah ponsel terakhir berbasis Symbian.  

Pada kuartal keempat 2012, Nokia berhasil  menjual ponsel berbasis Symbian sebanyak 2.2 juta unit atau berkontribusi sekitar 14% dari total penjualan periode tersebut sebanyak  15.9 juta unit.

Symbian sebelum masuknya Android dan Apple adalah platform terbesar di dunia. Pada 2011, posisi itu diambialih oleh Android.
 
Symbian pertama kali hadir pada  1998, dan mengadopsi multivendor  Nokia, Ericsson, Motorola dan Psion.

Nokia sendiri pada 2011 sudah mencoba untuk menyelamatkan Symbian dengan meng-outsource  support dan maintenance of Symbian ke Accenture. Dari strategi ini Nokia berhasil menghemat biaya sekitar  Euro 251 juta atau setara Rp 3,26 triliun.(ak)