Krishna Erlangga Zukarnain: Tidak Semudah Dibayangkan

Krishna E Zulkarnain, Country Marketing Manager Go

Kala Google mengumumkan akan masuk ke pasar Indonesia awal tahun ini, banyak kalangan bertanya-tanya, siapakah punggawa lokal yang beruntung bekerjasama dengan raksasa internet dari Amerika Serikat itu.

Pertanyaan itu terjawab saat Google secara resmi meluncurkan program Bisnis Lokal Go Online atau Get Indonesian Business Online (GIBO) pada medio Januari 2012.

Krishna Erlangga Zukarnain, berhasil menjadi salah satu orang Indonesia yang menduduki jabatan bergengsi di Google sebagai Country Marketing Manager Google Indonesia.  

Pria berbadan atletis ini sebelumnya lama mengabdi di Bakrie Telecom dengan posisi terakhir sebagai Vice President Regional Business Operation (RBO) East Indonesia yang membawahi area operasi Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

Sebelum di pemilik merek dagang Esia itu,  Pria yang rutin ke gym ini pernah bekerja di Unilever dan MTV Networks.

Lantas bagaimana perkembangan pemasaran Google di Indonesia sekarang ini? Indotelko berhasil mewawancarai  pria dengan latar belakang pendidikan pemasaran dan keuangan  di Belanda dan Amerika Serikat ini usai peluncuran program XL Rumahnya Android belum lama ini.

Berikut kutipannya:

Bagaimana perkembangan Google di Indonesia?

Sangat bagus. Sudah banyak yang kami kerjakan, seperti GIBO atau kehadiran Youtube Indonesia. Respons pasar sangat oke

Bagaimana dengan program GIBO?

Program ini penuh tantangan. Tidak semudah yang dibayangkan. Anda bayangkan dari sekian juta pengguna internet di Indonesia, berapa yang menggunakan domain dot co.id, hanya 80 ribu. Tidak mudah untuk mengubah persepsi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk go online

Maksudnya?

Tadinya kita berfikir diberikan edukasi dan manfaat tentang go online maka UKM akan tertarik. Ternyata itu tidak mudah. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Tetapi kami memiliki komitmen tinggi program ini harus sukses. Kita akan all out, soalnya jumlah yang ikut belum mencapai target optimistis yang ditetapkan

Apakah karena persyaratannya yang lumayan ketat, seperti ada SIUPP atau berbentuk Perseroan Terbatas (PT) ?

Kita sudah banyak berikan kemudahan termasuk di proses administrasi. Sekarang prosesnya lebih cepat.

Bagaimana dengan perkembangan Android di Indonesia?

Kami terbuka bekerjasama dengan siapa saja, karena sifat dari Android itu memang terbuka.

Benarkah ada rencana untuk implementasi carrier blling bagi Android dengan operator?

Memang ada diskusi ke arah itu, tetapi sekarang belum tahap eksekusi

Bagaimana dengan kontribusi Indonesia untuk omzet Google secara global?

Masih sangat kecil. Kita menghadapi tantangan mengubah persepsi pengiklan tentang efektifnya beriklan di media internet. Pengiklan di Indonesia masih condong ke media tradisional, mengubah pola pikir mereka ke media alternatif itu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.(ct)