telkom DBS / liputan khusus

Kampung cyber, Dari pos ronda menjadi mendunia

08:16:03 | 10 Jan 2017
Kampung cyber, Dari pos ronda menjadi mendunia
Kampung Cyber tampak dari luar (dok)

YOGYAKARTA (IndoTelko) – Nama kampung Cyber makin berkibar sejak kehadiran Mark Elliot Zuckerberg, sang kreator sekaligus pencipta media jejaring sosial Facebook. 

Zuckerberg menyempatkan diri berkunjung ke kampung yang dikenal sebagai RT 36 ini untuk melihat dan membuktikan kabar keberadaan kampung cyber ini pada kisaran 2014 lalu.

Kalau merunut sejarah kampung melek internet ini, Antonius Sasongko alias Koko, pendiri dan penggagas kampung cyber ini mengatakan kesulitan utama yang dihadapinya kala itu adalah edukasi.  “Menyadarkan masyarakat di kawasan ini untuk melek teknologi internet sangat susah,” katanya saat dikunjungi IndoTelko beberapa waktu lalu.

Koko menjelaskan, melalui pos ronda di malam hari, pelan-pelan ia mengajak dan menyadarkan masyarakat bahwa perlu dan pentingnya internet.  “Kita mulai dari bapak-bapaknya dulu sambil ronda,” ceritanya.  Menurutnya, apabila bapak-bapaknya sudah teredukasi dan sadar, maka diyakini akan menularkan ke anggota keluarga yang lain.

Swadaya

Perjuangan Koko dan ketua RT 36 lumayan berat.  Betapa tidak, seluruh biaya untuk “mencerdaskan” dan membuka mata warga di kawasan yang berdampingan dengan wisata Taman Sari ini didapat lewat dana swadaya.

Menurut Koko, koneksi internet yang disediakan Telkom pada tahun 2008 menjadi titik awal hubungan ke dunia luar terbuka.  Meskipun menurut Koko, pihaknya sama sekali tidak ada kerjasama dengan pihak Telkom.  “Kami posisinya hanya pelanggan biasa.  Sama dengan pelanggan-pelanggan lainnya,” jelasnya.

Saat ini layanan yang di gunakan adalah IndiHome dengan tanggungan biaya bersama warga di kawasan itu.  “Biaya bulanannya kami patungan per kepala keluarga.  Setiap kepala keluarga dikenakan biaya Rp. 45 ribu setiap bulannya,” katanya. Ditambahkannya, jumlah kepala keluarga (KK) di RT 36 saat ini sebanyak 59 KK.

Perluas pasar

Masyarakat di RT 36 kebanyakan bekerja wiraswasta lewat pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM).  Batik menjadi sumber penghasilan utama selain beberapa industri rumahan lainnya.

Hingga saat ini ada sekitar 30 UKM di RT36 ini dan kebanyakan dari UKM itu fokus usahanya adalah batik.

Adanya jaringan internet justru membuat inovasi masyarakat di RT 36 tersebut semakin menjadi.  Lewat pembelajaran dari berbagai situs di dunia maya, beberapa masyarakat justru membuka industri baru, seperti halnya lukisan di Tshirt.  “Mereka belajar otodidak dari internet,” jelas Koko. 

Ada 6 titik hotspot (WiFi) yang di gelar di kampung ini.  Masyarakat bebas menikmati dan menggunakan jaringan tersebut khususnya untuk mengembangkan usahanya.

Setelah adanya jaringan internet, hasil usaha dari UKM RT 36 tak lagi mengandalkan penjualan manual.  Hampir seluruh warga pemilik UKM menjajakan dagangannya lewat berbagai toko online. Termasuk membangun blog sendiri.  “Terjadi peningkatan penjualan dan perluasan pasar hasil kerajinan masyarakat di sini,’ kata Koko.

Selain memanfaatkan koneksi internet untuk kemanjuan UKM nya, masyarakat di kampung cyber sendiri mulai meninggalkan media cetak berbentuk koran atau pun majalah. “Mereka sudah membaca berita lewat situs berita di internet,” tambahnya.  Dan kampung cyber pun makin berkibar meski harus menutupi biaya pembangunan dan langganan koneksi internet yang didapat  dari hasil patungan warga,” tegasnya.(sg)

telkom DBS / liputan khusus
Baca Juga:
telkom DBS / liputan khusus
telkom DBS / liputan khusus
More Stories
tlkm-cdc
danang-tlkm
bi-tlkm
bankntt-tlkm
cebit-tlkm
tlkm-infrapln
kopas-tlkm
tlkm-digserang
erry-tlkm
tlkm-keluarga
ihooq-tlkm
rkb2c-tlkm
indigl-tlkm
blanjabr-tlkm
apsindihome-tlkm
rinipadi-tlkm
jacsigma2e-tlkm
rinicraft-tlkm
craft1-tlkm
catur-tlkm
melonmwc-tlkm
sumut-tlkm
pngklan-tlkm
kapalcs-tlkm
scnserang-tlkm
nikmat-tlkm
jacsigma1a-tlkm
tlkm-beitm
tlkm-tlsigma
jemmy3-tlkm
arifbro-tlkm
bkt-tlkm
inno-tlkm
infokes-tlkm
pnrilako-tlkm
antopadi-tlkm
wico2-tlkm
pplipi-tlkm
asat3s-tlkm_idt
asat3s-tlkm_idt
sat2t3s-tlkm
asate3-tlkm
roketsat-tlkm
ajs-launch-tlkm
t3slaunc-tlkm
ajs-asa-tlkm
sat3s-tlkm
tlkm-asat3s
muskabdth-tlkm
arifbob-tlkm
ariftas-tlkm
telkom DBS / liputan khusus
 
Muhammad Awaluddin
Rubrik ini diasuh oleh Chairman of Indonesia Digital Society Forum (IDSF) yang juga Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) 2013-2015, Muhammad Awaluddin.

Awaluddin juga penulis Buku Digital EntreprenuerShift dan Digital ChampionShift.

Pembaca bisa bertanya seputar cara mengelola bisnis dan solusi-solusi Teknologi Informasi untuk transformasi digital melalui email ke alamat Redaksi@IndoTelko.id

Pengasuh akan menjawab setiap email yang masuk melalui sub kanal ini dari setiap pertanyaan yang masuk.

Jangan lupa cantumkan alamat sesuai KTP dan nomor telepon yang bisa dihubungi di email.

telkom DBS / liputan khusus
 
()