RKB Telkom bikin UKM go digital di Aceh

13:35:26 | 28 Aug 2017
RKB Telkom bikin UKM go digital di Aceh
RKB Takengon, bantu masyarakat go digital (foto : Tono)

ACEH (IndoTelko) – Telkom kembali membangun Rumah Kreatif Badan Usaha Milik Negara (RKB) untuk kawasan Aceh dan sekitarnya.  Adalah RKB Sabang dan RKB Takengon.  Keduanya merupakan pengejewantahan program Corporate Sosial Responsibility di Telkom Wilayah Propinsi Nanggro Aceh Darussalam (NAD).

Berawal dari gagasan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rumah Kreatif BUMN (RKB) memiliki misi pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah. 

Lahirnya RKB rencananya sebagai tempat berkumpul, belajar dan membina para pelaku UKM menjadi UKM Indonesia yang berkualitas.  “Telkom menjadi salah satu BUMN yang aktif mengembangkan RKB,” kata Executive Vice President (EVP) Telkom Regional I, S. Susatyo.

Menurut Satyo, adanya RKB ini diharapkan bisa membantu pemasaran langsung produk pelaku industri atau sejenisnya ke pembeli.  “Diharapkan RKB bisa memotong rantai tengkulak, pengepul, dan atau sejenisnya.  Sehingga pegrajin bisa dapat harga bagus dan pendapatan lebih,’ katanya saat ditemui IndoTelko di kantornya kota Medan beberapa waktu lalu.

RKB Sabang

Tak mudah dalam mengembangkan dan mengajak masyarakat pelaku industri UKM di berbagai daerah untuk maju bersama mengembangkan usaha menjadi lebih baik. 

Sebagaimana yang diungkapkan Wahidin, Fasilitator RKB Telkom di Sabang.  Ia mengeluhkan perilaku masyarakat khususnya pelaku UKM yang justru enggan memanfaatkan keberadaan RKB.  “Di RKB ini semua sudah disediakan.  Selain pelatihan rutin terkait pemasaran, produksi, hingga kemasan, juga tersedia komputer berikut akses internet berkecepatan tinggi.  Semuanya gratis,” katanya. 

Menurut Wahidi, masyarakat di Sabang sudah terbiasa dengan diberikannya uang transport apabila  mereka diminta datang atau di undang.  “Budaya minta uang bensin atau transport jadi kendala utama yang kami hadapi di sini,” tegasnya.  Ia pun menceritakan bahwa beberapa kali ada pelatihan, lalu usai pelatihan, materi yang diberikan kepada para UKM kembali lupa.  “Hasilnya tidak membekas.  Orientasinya berbeda,” paparnya.

Fasilitas WiFi Corner di Sabang

Sementara itu Rika, salah satu pelaku UKM makanan khas Aceh, Timphan.  Rika  mulai merasakan keberadaan RKB.  Ia mengatakan, adanya RKB memberi pencerahan kepada dirinya untuk bisa meningkatkan penjualan.  “Saya baru memahami pentingnya kemasan.  Ternyata kemasan yang baik bisa mendongkrak penjualan,” kataya.

RKB di Sabang sendiri mayoritas di dominasi oleh industri makanan.  “Ada sekitar 33 UKM yang terdaftar di sini,” jelas Wahidi.  Ia pun tetap optimis dengan segala tantangan yang dihadapi, bahwa RKB di Sabang akan bisa berkiprah lebih baik untuk masyarakat Sabang dan sekitarnya

RKB Takengon

Berbeda dengan Sabang.  RKB kedua yang dinaungi oleh Telkom Aceh adalah RKB Takengon.  Dari namanya, sudah pasti anggota RKB di kota ini akan didominasi oleh industri kopi.

Dikatakan Supervisor Telkom Takengon, Ismawanto, di wilayahnya sendiri masyakaratnya cukup antusias menyambut kehadiran RKB.  Menurutnya, pada awalnya masyarakat belum memahami berbagai ilmu penjualan khsusunya via pasar digital. 

“Setelah mereka berkunjung ke sini dan belajar, mereka jadi memahami dan mulai mencoba.  Saya pun terus berkoordinasi dan mentransfer berbagai hal yang saya dapat dalam pertemuan-pertemuan di pusat atau di Telkom Witel.  Hasilnya saya tranfer kepada pengelola RKB sini,” jelasnya.

Keberadaan RKB begitu dirasakan oleh masyarakat Takengon khususnya yang bergabung dalam RKB.  Target pasar menjadi semakin luas lewat penjualan di pasar digital serta sosmed.

Sebagaimana yang dirasakan Iwan, petani kopi dan pemilik kedai kopi.  Dikatakan Iwan, saat ini pembeli kopinya bukan lagi masyarakat atau tamu yang datang ke Gayo/Takengon.  Namun pembelinya sudah berasal dari berbagai daerah di luar Aceh, baik Sumatera hingga Jawa.  Ia pun optimis produk kopinya suatu saat akan mendapatkan pasar hingga mancanegara.  (sg)

Video RKB Sabang dan Takengon .  Mereka selangkah lebih maju lewat digitalisasi :

 

telkom DBS / liputan khusus
Baca Juga:
telkom DBS / liputan khusus
telkom DBS / liputan khusus
More Stories
tlkm-vis
clegon-tlkm
tlkm-bosnet
mmnan-tlkm
palanta-tlkm
bktzul-tlkm
rkbbau-tlkm
pgri-tlkm
dilo17-tlkm
tlkm-suliv
rkbpakam-tlkm
disi-tlkm
digisum-tlkm
tlkm-tsgn
mkdigital-tlkm
ihundi-tlkm
cent-tlkm
wico1-tlkm
readscn-tlkm
ajssum-tlkm
tlkm-landmark
kbumn-tlkm
tlkm-wplace
nantakurasi-tlkm
tlkm-taspen
sulbar-tlkm
herdy4-tlkm
iwapitek-tlkm
tlkm-tni
winsocio-tlkm
poskoagung-tlkm
herdy3-tlkm
ibdr-tlkm
tlkm-ibd17
jks-tlkm
kemenpora-tlkm
ra-ajs-tlkm
crisis-tlkm
mnjsat1-tlkm
ylki-tlkm
sattlkm-tlkm1
luwut-tlkm
sapi-tlkm
rini-ajs-tlkm
rudi-ajs-tlkm
teknisi-tlkm2a
teknisipantau-tlkm
teknisi-tlkm1a
dianbca1-tlkm
ajjsat-tlkm
telkom DBS / liputan khusus
 
Muhammad Awaluddin
Rubrik ini diasuh oleh Chairman of Indonesia Digital Society Forum (IDSF) yang juga Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) 2013-2015, Muhammad Awaluddin.

Awaluddin juga penulis Buku Digital EntreprenuerShift dan Digital ChampionShift.

Pembaca bisa bertanya seputar cara mengelola bisnis dan solusi-solusi Teknologi Informasi untuk transformasi digital melalui email ke alamat Redaksi@IndoTelko.id

Pengasuh akan menjawab setiap email yang masuk melalui sub kanal ini dari setiap pertanyaan yang masuk.

Jangan lupa cantumkan alamat sesuai KTP dan nomor telepon yang bisa dihubungi di email.

telkom DBS / liputan khusus
 
()