blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Operator Wajar Tolak Net Neutrality?

08:11:23 | 04 Dec 2014
Operator Wajar Tolak Net Neutrality?
Ilustrasi (dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Operator di Indonesia dinilai wajar  menolak penerapan Net Neutrality karena ingin menjaga investasi dan competitive advantage dalam memenangkan persaingan.

“Sikap yang ditunjukkan operator dengan menolak Net Neutrality secara tegas itu bagus. Kalau Net Neutrality diterapkan, kasihan operator. Sebaiknya diambil jalan tengah untuk menemukan model bisnis ideal antara operator dan Over The Top (OTT) yakni membangun kemitraan yang mutual respect dan benefit,” tegas Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono kepada IndoTelko, kemarin.

Diingatkannya, Indonesia belum berdaulat di kancah bisnis internet global sehingga banyak hal yang perlu diperhatikan. ‘Salah satunya dominasi dari OTT global di pasar lokal sehingga perlu dibangun hubungan harmonis anatara operator dengan OTT lokal menghadapi globalisasi online,” katanya.

Secara terpisah, VP Marketing and Communications Ericsson Indonesia  Hardyana Syintawati menilai wajar operator menolak Net Neutrality karena jaringan adalah level permainan mereka untuk bersaing.

“Operator itu butuh pembeda dalam persaingan yakni kualitas. Kalau semua diperlakukan sama, nanti persaingan di harga, pelanggan yang dirugikan karena kualitas turun. Riset terbaru Ericsson menunjukkan pelanggan siap kok membayar lebih untuk kualitas lebih baik,” tegasnya.

Sebelumnya,  Asosiasi penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menengaskan menolak Net Neutrality dalam proposal ke regulator terkait model bisnis dengan OTT. Organisasi ini berpendapat operator harus mendapat bagian dari hasil kerjasama penggunaan jaringan yang dibangunnya.

Di kancah global, isu Net Neutrality kembali menggelora bulan lalu pasca Presiden Amerika Serikat Barrack Obama mengeluarkan pernyataan yang mendukung penerapan Net Neutrality. Obama mengkategorikan penyedia akses internet sebagai “Title II” atau sama dengan telepon.

Jika ini diterapkan operator akan dilarang membeda-bedakan kualitas akses dan tarif yang diberikan terhadap suatu konten dalam jaringannya. Konsep ini dikenal juga dengan net neutrality.

Istilah net neutrality pertama kali diperkenalkan oleh profesor hukum media Universitas Columbia Tim Wu  di tahun 2003.Operator besar di Amerika Serikat seperti AT&T memberikan sinyal jika Net Neutrality dijalankan akan mengkaji kembali rencana penggelaran infrastruktur broadband yang digelarnya.

Di Indonesia sendiri hubungan operator dengan OTT lokal sempat memanas pasca menyeruaknya praktik iklan serobot beberapa waktu lalu.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Lifestyle-IMS-Core-Android_300x250.jpg
More Stories
telkom sigma
smartfren
kerjasama CSI
kerjasama CSI