blanja.com
telkomsel halo

Net1 Indonesia tak ikut tender 2,3 GHz, kenapa?

08:40:09 | 16 Okt 2017
Net1 Indonesia tak ikut tender 2,3 GHz, kenapa?
Larry Ridwan (dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengumumkam nama lima operator seluler yang bertarung ke babak selanjutnya dalam lelang  Frekuensi Radio 2.3 GHz.

Lima operator itu adalah Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Tri Indonesia, dan Smart Telecom (afiliasi Smartfren).

Sebelumnya, enam operator melakukan pendaftaran sebagai Calon Peserta Seleksi dengan mengambil Dokumen Seleksi dan menyerahkan berkas persyaratan pengambilan Dokumen Seleksi pada hari Senin, 2 Oktober 2017. (Baca: Tender 2,3 GHz)

Keenam operator  itu adalah Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Tri Indonesia, Smart Telecom (afiliasi Smartfren), dan PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (Net1 Indonesia).

"Setelah dipikir-pikir lagi, kita mau fokus ke roll out 4G di 450 MHz. Masih banyak yang harus dikerjakan Net1 Indonesia, salah satunya fokus pada komitmen yang harus digelar sesuai amanah modern lisensi yang kami miliki," ungkap CEO Net1 Indonesia Larry Ridwan kepada IndoTelko, melalui pesan singkat, pekan lalu.(Baca: Mengenal Net1 Indonesia)

Dikatakannya, saat ini perseroan tengah fokus melakukan migrasi layanan Code Division Multiple Access (CDMA) ke 4G di 450 MHz. "Lagian secara pasar berbeda, 2,3 GHz untuk dense, kita tak incar pasar dense di urban," tutupnya.

Sebelumnya, kala memaparkan kesiapan jaringan menghadapi trafik lebaran 2017, Larry menyatakan fokus perseroan dalam menggelar 4G adalah di area rural dan sub urban. Alokasi frekuensi yang digunakan adalah 5 MHz dari total 7,5 MHz. Sejauh ini Net1 baru memiliki 23 eNodeB (BTS 4G) dan 440 BTS CDMA. Vendor yang digunakan adalah ZTE.(dn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
kerjasama CSI
kerjasama CSI