blanja.com
telkomsel halo

Kominfo dianggap tak transparan gelar lelang frekuensi

08:29:50 | 11 Okt 2017
Kominfo dianggap tak transparan gelar lelang frekuensi
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dianggap tak transparan dan komunikatif ke publik dalam menggelar tender tambahan frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz.

"Jika saya bandingkan dengan tender frekuensi yang berjalan di era Pak SD (Sofian Djalil kala Menkominfo), atau Pak Tif (Tifatul Sembiring kala Menkominfo), rasanya di era Rudiantara (Menkominfo, Kabinet Kerja) ini tak transparan dan tak komunikatif sekali ke publik. Rasanya ini kemunduran dalam tata kelola informasi ke publik untuk suatu lelang yang nilainya bisa ratusan miliar rupiah bagi negara," sesal Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi di Jakarta, Rabu (11/10).

Diungkapkannya, di era Sofian Djalil menjadi Menkominfo, tender 3G dimulai penuh dengan transpran dan komunikasi ke publik terbuka. "Bahkan wartawan diajak untuk melihat proses bidding elektronik kala itu. Harga yang didapat pemerintah kala itu optimal bagi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Soalnya dari awal semua "neteni". Kalau sekarang, nyari informasi update tahapan lelang saja tak ada di situs Kominfo. Untuk urusan tender ratusan miliar rupiah kok diam-diam gini," tukasnya.

Disarankannya, Kominfo untuk lebih komunikatif ke publik dengan memberikan perkembangan terkini dari status tender agar masyarakat tahu kondisi sebenarnya. "Kalau perlu Pemerintah membuka tahapan pemberian penjelasan atau yang lebih dikenal dengan aanwijzing bagi media massa. Jadi bisa paham kita, kenapa si ini dimenangkan, kenapa itu dikalahkan. Lelang ini bukan hanya domain Pansel, ini kan sumber daya alam, rakyat wajar tahu dong," tutupnya.

Sebelumnya, Kominfo mengumumkan lelang  dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2017 tentang Tata Cara Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2.1 GHz dan Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz Tahun 2017 Untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler.

Tender akan melepas Pita frekuensi radio 2.1 GHz, yang terdiri dari dua blok pita frekuensi radio, masing-masing dengan lebar pita frekuensi radio 5 MHz moda FDD yang berada pada rentang 1970–1975 MHz berpasangan dengan 2160-2165 MHz (Blok 11), dan rentang 1975-1980 MHz berpasangan dengan 2165–2170 MHz (Blok 12).

Harga dasar penawaran untuk frekuensi 2,1 GHz adalah Rp 296,742 miliar dengan jaminan keikutsertaan (bid bond) 40% dari harga penawaran yakni Rp 118,696 miliar.

Untuk Pita frekuensi radio 2.3 GHz, yang terdiri dari satu blok pita frekuensi radio dengan lebar pita frekuensi radio 30 MHz moda TDD yang berada pada rentang 2300-2330 MHz. (Baca: Harga Frekuensi)

Harga penawaran untuk frekuensi 2,3 Ghz adalah Rp 366,720 miliar dengan bid bond sebesar Rp 146,688 miliar.

Tahapan lelang kabarnya pada 10 Oktober 2017 adalah dokumen permohonan dikembalikan oleh peserta. Namun, sejak diumumkan keluarnya Peraturan soal lelang, tak ada lagi pengumuman resmi dari Kominfo soal tahapan lelang. Pantauan secara online pun tak bisa dilakukan di situs Kominfo karena lelang ini tak masuk dalam microsite Lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).(dn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Lifestyle-IMS-Core-Android_300x250_okt.jpg
More Stories
telkom sigma
kerjasama CSI
kerjasama CSI