blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Beredar bundling Andromax-IM3, sinyal merger ISAT-FREN?

10:56:07 | 15 Jun 2017
Beredar bundling Andromax-IM3, sinyal merger ISAT-FREN?
Paket bundling Andromax-IM3 di sentra ponsel.(Courtesy Jangantulalit.com)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Belakangan ini beredar penawaran bundling yang lumayan unik di sentra-sentra penjualan ponsel, khususnya Jakarta.

Para pedagang menawarkan bundling smartphone Andromax dengan kartu perdana IM3. Andromax adalah merek smartphone yang lekat dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), sedangkan IM3 adalah produk prabayar dari PT Indosat Tbk (ISAT).

Sontak munculnya bundling gado-gado ini menjadikan rumor berkembang di pasar tentang kian lengketnya Grup Sinarmas (afiliasi Smartfren) dengan Ooredoo (pemilik Indosat).

Sinyal itu dimulai dengan kolaborasi pembangunan Satelit Palapa Nusantara 1 atau Satelit PALAPA-N1.Di proyek ini Indosat Ooredoo bekerjasama dengan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan PT Pintar Nusantara Sejahtera (Pintar). Kabarnya, Grup Sinar Mas sudah menguasai sebagian saham PSN melalui  Pintar. (Baca: Satelit Palapa N-1)

Nah, beredarnya bundling Andromax-IM3 menjadikan isu Grup Sinar Mas akan masuk ke Indosat mencuat di pasar. Benarkah?

“Gaklah. Maksudnya saya gak mau jawab soal itu (merger/akuisisi). Itu ranahnya pemegang saham,” elak Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys usai Paparan Publik kemarin.

Lantas bagaimana dengan beredarnya bundling Andromax-IM3? “Itu kreatifitas pasar. Bukan dari Smartfren (produk resmi).  Kalau kita mah setuju saja ada gituan, hak mereka jualan di pasar,” katanya.

Merza menjelaskan, munculnya kreatifitas semacam itu tak bisa dihindari karena Andromax memiliki dual sim, dimana satu slot harus diisi kartu Smartfren agar aktivasi berjalan. “Nah, itu kan ada sisa satu slot, masalah mau dimanfaatin dengan kartu mana terserah pasarlah. Harusnya nanyanya gini, kok dipasangnya kartu Indosat,” selorohnya.

Merza menegaskan tak akan menegur penjual atau distributor yang melakukan “kreatifitas” tersebut.”Ngapain ditegur, itu hak mereka. Kita juga tak ketat banget kok ama distributor, soalnya pake sistem klaster. Masalah ada kartu selain Smartfren, biarin saja, nanti kualitas yang akan bicara,” pungkasnya.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Lifestyle-IMS-Core-Android_300x250.jpg
More Stories
telkom sigma
smartfren
kerjasama CSI
kerjasama CSI