blanja.com
telkomsel halo

Ekspansi Telkom

Telkomcel Bidik 60% Pasar Seluler Timor Leste

19:38:20 | 19 Jan 2013
Telkomcel Bidik 60% Pasar Seluler Timor Leste
Logo Telkom (DOK)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (indotelko) –  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui produk Telkomcel, membidik 60% dari pangsa pasar seluler Timor Leste lima tahun usai komersial pada Kamis (17/1) lalu.

“PT Telekomuniasi Indonesia International (Telin) sebagai pemilik produk Telkomcel menargetkan ada 600 ribu pelanggan pada 2018 atau sekitar 60% dari pangsa pasar seluler di  di Timor Leste. Hingga saat ini saja tak kurang dari 21 ribu calon pelanggan telah mendaftarkan diri untuk menjadi pelanggan Telkomcel,” ungkap Direktur Utama Telkom Arief Yahya melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (19/1).

Dijelaskan oleh Pria yang akrab disapa AY ini, perseroan melalui anak usaha Telin masuk ke Timor Leste karena melihat potensi pasar yang tinggi dari negara tersebut.

“Average Revenue Per User (ARPU) Timor Leste  rata-rata US$ 10, bandingkan dengan Indonesia  yang hanya  sekitar US$ 3,5," katanya.

Diungkapkannya, perseroan sudah menyiapkan belanja modal sebesar US$ 50 juta  untuk dua tahun ke depan bagi Telkomcel mengembangkan jaringannya berbasis teknologi GSM (2G dan 3G).

Di Timor Leste, Telkomcel mendapatkan tiga lisensi di rentang frekuensi 900 Mhz, 1800 MHZ dan 2,1 GHz. khusus di 900 MHz rencananya akan dibuat untuk 3G. Lisensi diberikan untuk masa 15 tahun.

Telkomcel akan bersaing dengan dua operator yakni Timor Telecom (Portugal) dan Viettel.
 
Dijelaskannya, saat ini, Telkomcel telah memiliki 30 BTS yang siap beroperasi. Dalam beberapa bulan ke depan akan bertambah menjadi 115 BTS untuk mencapai target coverage 95% dari populasi masyarakat Timmor Leste.

Rencananya,  dua tahun lagi Telkomcel dan Telin akan membangun jaringan serat optik  dari Atambua ke Timor Leste dengan investasi US$ 5 juta  guna memperlancar trafik data ke luar negeri.

"Keunggulan Telkomcel sebagai pemain baru adalah menggunakan teknologi terbaru sehingga lebih murah dan berujung bisa menawarkan produk terjangkau dengan kualitas layanan tinggi," katanya.

Terus Geber
Operations VP Public Relations Telkom Arif Prabowo menambahkan, perseroan melalui Telin akan terus menggeber aksi go regional pada tahun ini.

“Saat ini ada tiga anak usaha Telin beroperasi di luar negeri. Masing-masing di Hong Kong, Singapura, dan Timor Leste. Kita sedang melakukan penjajakan pengembangan di Australia, Myanmar, dan beberapa negara lainnya,” katanya.

Dikatakannya, Telin menjadi perpanjangan dari Telkom untuk menggeluti bisnis telekomunikasi internasional  dengan selalu mengacu pada visi utama yaitu To Become The World New Digital Hub.

Pada 2012 lalu Telin menghasilkan keuntungan sekitar Rp 1,5 triliun. Pada tahun ini diprediksi   menjadi Rp 1,7 triliun.

Sementara itu, Presiden Direktur Telin Syarif Syarial Ahmad mengungkapkan, ekspansi perseroan ke Australia akan menggarap bisnis  outsourcing call center.

"Kontraknya sudah dapat. Untuk pertama main di bisnis itu dulu di sana (Australia), setelah itu baru ke seluler. Kita estimasi dari call center saja bisa mendatangkan pendapatan US$ 5 juta,” katanya.

Diungkapkannya, negara lain yang akan dimasuki Telin adalah  Macau, Korea Selatan, dan Myanmar.

“Saat ini kami tengah mengikuti tender untuk mendapatkan satu  lisensi dari 4 lisensi yang ditawarkan pemerintah setempat," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Telkom Honesti Basyir mengungkapkan,  Myanmar lumayan menjanjikan potensi pasarnya karena penetrasi seluler baru 3% dari total populasi.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
hut idt 6
More Stories
telkom sigma
kerjasama CSI
kerjasama CSI