blanja.com
telkomsel halo

Sampoerna Telekomunikasi monetisasi aset menara

14:42:09 | 05 Dec 2017
Sampoerna Telekomunikasi monetisasi aset menara
Ilustrasi
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI), yang merupakan salah satu afiliasi ice group, telah sepakat untuk melepas aset menara kepada penyedia menara PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST).

Bersamaan dengan kesepakatan tersebut, STI dan Inti Bangun juga menandatangani perjanjian sewa menara induk dalam jangka panjang. IBS akan mendukung kebutuhan menara STI dengan infrastruktur yang mereka miliki.

Saat ini STI sedang dalam proses untuk mengembangkan jaringan 4G LTE di seluruh Indonesia. STI percaya bahwa IBS merupakan pihak yang tepat untuk mendukung STI menjelang rencana peluncuran layanannya secara nasional. Pada tahun 2016, jumlah menara yang dimiliki IBS sudah mencapai 3.677 unit.

“Transaksi ini merupakan strategi STI untuk fokus pada operasinya dengan mempercayakan fungsi-fungsi yang bukan core bisnis utamanya kepada pihak ketiga, sehingga dapat segera menyediakan layanan broadband 4G LTE kepada konsumen serta pelanggan bisnis,” ujar CEO ice group JD Fouchard yang merupakan pemegang saham dalam keterangan, belum lama ini.

Penutupan transaksi ini akan dibagi menjadi beberapa tahap dan akan disesuaikan pada kondisi saat penutupan. Pelepasan aset tower atau menara kepada IBS dipastikan tidak akan memiliki dampak negatif dan signifikan bagi bisnis karena STI dapat memanfaatkan kerjasama dengan perusahaan penyedia tower yang sudah cukup banyak di Indonesia.

Nilai dari transaksi ini adalah senilai Rp414 miliar atau setara US$ 31 juta. STI akan menggunakan hasil transaksi ini untuk memperkuat posisi finansial perusahaan sehingga lebih leluasa untuk fokus  dalam mengembangkan bisnis layanan Net1 Indonesia.

“Langkah ini kami tempuh dalam rangka efisiensi serta peningkatan kinerja STI sehingga kami dapat lebih fokus untuk menggarap pengembangan layanan broadband data connectivity di daerah rural dan sub urban Indonesia dengan kualitas jaringan yang memadai serta jangkauan yang luas,” ungkap CEO Sampoerna Telekomunikasi Indonesia Larry Ridwan.

Asal tahu saja, meski layanan broadband data connectivity 4G LTE dengan nama dagang Net1 Indonesia belum dirilis secara nasional, sejumlah daerah di Indonesia telah mengakses layanan yang menggunakan frekuensi 450 MHz tersebut.

Hingga awal 2018, STI menargetkan bisa melakukan migrasi seluruh pelanggan layanan Ceria yang masih menggunakan akses Code Division Multiple Access (CDMA) ke layanan Net1 berbasis 4G LTE.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
hut idt 6
More Stories
iklan-web.gif
telkom sigma
kemenpar pesona indonesia
kemenpar pesona indonesia