blanja.com motoGP
telkomsel halo
finnet KTM

Rudiantara: "Pasien" satelit Telkom 1 sudah pulih

13:51:57 | 12 Sep 2017
Rudiantara:
Menkominfo Rudiantara didampingi CEO Telkom Grup Alex J Sinaga dan Direktur Wholesales & Internasional Service Telkom Abdus Somad Arief kala memberikan paparan tentang pemulihan layanan pelanggan satelit Telkom 1, Selasa (12/9).(dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan pelanggan satelit Telkom 1 yang terkena dampak anomali sejak (25/8) lalu dinyatakan sudah pulih.

"Ibarat orang masuk rumah sakit, "pasiennya" sudah tidak di ruang operasi lagi. Sudah ada yang keluar rumah sakit atau di ruangan depan siap untuk keluar. Ini sebuah pekerjaan yang luar biasa berat, karena saya tahu tidak mudah. Kita apresiasi Telkom atas kerja keras ini. Seiring sudah beresnya pemulihan ini, saya harap ini konferensi pers terakhir bicara Telkom 1," tegas Rudiantara kala menggelar jumpa pers dengan CEO Telkom Grup Alex J Sinaga di Jakarta, Selasa (12/9).

Dijelaskannya, dari informasi yang didapat, untuk sisi koneksi dari pelanggan Telkom 1 sudah dipulihkan oleh operator itu sejak 10 September 2017. "Kalau ada ATM yang belum berfungsi itu lebih di sisi operasional perbankan. Mereka harus isi kembali ATM-nya dan lainnya," katanya.

Alex menambahkan, pelanggan dari satelit Telkom 1 bisa dikategorikan pada dua kelompok yakni penyedia Very Small Aperture Terminal (VSAT Provider) dan pelanggan langsung dari Telkom. "VSAT provider ini yang biasanya digunakan oleh perbankan. Telkom bertanggungjawab langsung dalam proses pemulihan walau itu pelanggan dari VSAT Provider," katanya.

Dijelaskannya, per Minggu (10/9), konektivitas sebanyak 15.019 sites layanan pelanggan, baik 11.574 sites layanan ATM maupun 3.445 sites Non-ATM telah pulih  sesuai komitmen.

Telkom menggunakan solusi service recovery yakni melakukan repointing antenna ground segment dan memanfaatkan teknologi alternatif sebagai solusi temporer untuk mempercepat recovery sejumlah sites. Komposisinya, sebanyak 81% repointing antenna parabola ground segment, 14% menggunakan sistem Machine to Machine (M2M), dan 5% sisanya memanfaatkan teknologi fiber optik. (Baca: Anomali Telkom 1)

Alex melanjutkan, Telkom masih melakukan pengawalan ketat terhadap stabilitas jaringan seluruh sites. “Telkom masih melanjutkan fungsi Crisis Center Service Recovery untuk memantau kestabilan kualitas layanan pelanggan pasca pemulihan konektivitas ini,” lanjut Alex.(dn)

Saksikan cuplikan video konferensi pers Menkominfo dan manajemen Telkom pada Selasa (12/9)

 

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Lifestyle-Native-LTE-Wifi-Calling_300x250.jpg
More Stories
telkom sigma
smartfren
kerjasama CSI
kerjasama CSI