blanja
telkomsel halo
finnet KTM

Net1 Indonesia belum dilihat sebagai ancaman

06:44:57 | 19 Jun 2017
Net1 Indonesia belum dilihat sebagai ancaman
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Operator seluler belum melihat munculnya merek Net1 Indonesia sebagai ancaman di pasar telekomunikasi nasional.

Net1 Indonesia adalah merek dagang yang diusung PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) pasca melakukan migrasi dari layanan Code Division Multiple Access (CDMA) ke 4G di frekuensi 450Mhz secara nasional. (Baca: STI ke 4G)

Keberanian Sampoerna Group menggarap 4G tak bisa dilepaskan dari masuknya investor AINMT. AINMT Holdings (AINMT), perusahaan induk dari AINMT Skandinavia Holdings dan AINMT International Holdings mengumumkan penandatanganan perjanjian untuk berinvestasi di STI pada bulan Januari 2016.

Kelompok usaha AINMT dikenal mengoperasikan layanan 450MHz 4G LTE di Swedia, Norwegia dan Denmark di bawah net 1 dan ice.net merek, dan juga hadir di Filipina melalui unit jaringan 450MHz lain, Broadband Everywhere (BE).

“Saya tak melihat belum menganggu pasar ya. Belum benar-benar ada kan di pasar. Baru komunikasi merek Net1 Indonesia saja sih sejauh ini saya pantau,” kata Wakil Direktur Utama Tri Indonesia M Danny Buldansyah kepada IndoTelko, belum lama ini.

Danny menambahkan, jika dilihat dari sisi frekuensi yang dimiliki N1 Indonesia tak head to head dengan Tri Indonesia yang bermain di 1.800 MHz dan 2,1 GHz. “Kita akui memang ada ceruk pasar bisa mereka raih, tetapi itu tak mengkhawatirkan,” tukasnya.

Secara terpisah, Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli menilai tak mudah bagi Net1 Indonesia merangsek ke pasar 4G yang mulai keras kompetisinya.

“Tak mudah bagi mereka, apalagi dengan penguasaan frekuensi sekitar 7,5 MHz. Memang kalau dari sisi coverage untuk area rural bagus dan sebentar lagi ada smartphone yang dukung 4G di 450 MHz. Tetapi itu kan butuh kapasitas juga untuk berikan layanan data. Frekuensi mereka kurang cocok untuk density,”  ulasnya.

Menurut Alex, memang ada pasar yang bisa diambil N1 Indonesia terutama di segmen Machine to Machine (M2M). “Tetapi itu kan pasarnya masih terbatas,” tutupnya.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Lifestyle-2-Wi-Fi-&-LTE-Calling.jpg
More Stories
telkom sigma
smartfren