blanja.com
telkomsel halo

INTI garap proyek converter kit bagi nelayan

05:08:43 | 30 Sep 2017
INTI garap proyek converter kit bagi nelayan
Suasana penyerahan perangkat Converter Kit (ist)
telkomtelstra januari - maret
MAKASSAR (IndoTelko)  - PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) alias INTI menggarap pekerjaan Penyediaan, Pendistribusian, dan Pemasangan Paket Perdana Liquid Petroleum Gas (LPG) untuk Kapal Perikanan Bagi Nelayan Kecil Tahun 2017 setelah sebelumnya ditunjuk oleh PT Pertamina (Persero) pada 10 Agustus 2017.

Pekerjaan ini berupa penyediaan, pembagian, dan pemasangan 4.033 paket perdana Converter Kit untuk nelayan yang terdiri dari mesin serbaguna, long tail Propeler, gas LPG 3 kilogram, dan perangkat Converter Kit.

"Perangkat lengkap ini harus sudah dapat dibagikan oleh PT INTI kepada nelayan kecil di tempat-tempat yang telah ditentukan pada akhir tahun ini," ungkap Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara, usai seremonial penyerahan perangkat Converter Kit, Jumat (29/09).

Pada seremonial ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto, Direktur Pemasaran PT Pertaminan Muhammad Iskandar, Senior Vice President Domestic Gas PT Pertamina Basuki Trikora, serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi VII juga ikut melakukan pembagian paket perdana perangkat Converter Kit pada nelayan kecil yang berada di Kota Makassar.

Converter Kit merupakan perangkat yang memiliki kemampuan untuk melakukan konversi bahan bakar minyak (BBM) menjadi bahan bakar gas (BBG).

Converter Kit yang diserahkan tersebut merupakan perangkat generasi kedua yang dikontrol secara elektronik menggunakan teknologi Electronic Control Unit (ECU) dan sistem injeksi. Teknologi ini membantu adanya pengaturan titik bakar yang berperan dalam peningkatan efisiensi penggunaan bahan bakar sekaligus mengurangi emisi gas buang.

Selain itu, teknologi pada perangkat yang telah disertifikasi menggunakan standar SNI 12806:2015 ini membuat pengoperasian lebih mudah sehingga nelayan dapat berkonsentrasi penuh pada penangkapan ikan tanpa perlu khawatir dengan kinerja Converter Kit.

Lokasi yang akan mendapat kuota pembagian perangkat Converter Kit adalah sebagai berikut :

1) Kota Makassar sebanyak 1375 paket.
2) Kabupaten Gorontalo sebanyak 418 paket.
3) Kabupaten Mamuju sebanyak 1240 paket.
4)Kabupaten Maros sebanyak 425 paket.
5) Kabupaten Jeneponto sebanyak 371 paket.
6) Kabupaten Soppeng sebanyak 204 paket.

Untuk mempublikasikan kegiatan ini, PT INTI bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM PT Pertamina telah menggelar sosialisasi pada para perwakilan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan Paotere Makassar pada Rabu, 27 September 2017. Sosialisasi ini dilakukan untuk memaparkan multiefek yang akan didapat nelayan saat nanti mempergunakan perangkat tersebut.

Dari segi ekonomi, pemanfaatan gas sebagai bahan bakar untuk kapal nelayan akan memberikan peningkatan penghasilan karena sesuai dengan perhitungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pengalihan bahan bakar dari BBM ke BBG ini memberikan manfaat penghematan bagi nelayan mencapai 60%.

Angka ini didapat dengan asumsi, satu tabung liquid petroleum gas (LPG) berukuran 3 kg seharga Rp 20 ribu-Rp 25 ribu yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk melaut sekitar tiga hari. Sementara jika menggunakan BBM, tiap kali melaut, nelayan setidaknya memerlukan BBM sebanyak dua liter atau sekitar Rp 18 ribu-Rp 20 ribu per hari atau sekitar Rp 54 ribu-Rp 60 ribu untuk tiga hari.

Converter Kit hasil inovasi PT INTI ini dapat mengkonversi BBM ke BBG “4G” (LPG, CNG, LNG, dan BioGas)pun cenderung memudahkan nelayan dalam mendapatkan bahan bakar karena ketersediaan gas jauh lebih mudah sekaligus murah ketimbangbensin dan solar. “Dengan demikian, nelayan tidak hanya mendapat penghematan dan kemudahan, tapi juga terwujudnya program pemerintah,” ucapnya.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
kerjasama CSI
kerjasama CSI