blanja.com
telkomsel halo

Konsorsium ini akan kembangkan industri radar nasional

11:12:03 | 10 Aug 2017
Konsorsium ini akan kembangkan industri radar nasional
Suasana kerjasama lima institusi nasional dalam pengembangan industri radar nasional.(Istimewa)
telkomtelstra januari - maret
MAKASSAR (IndoTelko)  - Konsorsium Radar Nasional yang terdiri dari lima institusi nasional menyepakati kerja sama pengembangan industri radar nasional.

Konsorsium yang terdiri dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau INTI, PT CMI Teknologi, dan PT LAPI ITB itu resmi menandatangani nota kesepahaman, Rabu (9/8) di hadapan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Risetdikti) M. Nasir, di Kota Makassar.

"Masing-masing pihak akan menjalankan tanggung jawab sesuai dengan kapasitasnya demi mengembangkan industri radar cuaca nasional," ungkap Rektor ITB Kadarsah Suryadi selaku Ketua Konsorsium Radar Cuaca, di sela penandatanganan MOU Industri Radar Cuaca Nasional, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/8).

Kadarsah menjelaskan, Konsorsium Radar Nasional merupakan salah satu konsorsium yang mendapatkan pendanaan riset inovasi perguruan tinggi di industri yang diberikan oleh Kemenristekdikti. Konsorsium ini bertanggung jawab membangun industri radar cuaca nasional, dengan pembagian tugas sebagai berikut :

1) ITB sebagai ketua konsorsium bertanggung jawab dalam penelitian dan pengembangan teknologi Radar Cuaca.

2) PT CMI Teknologi bertanggung jawab dalam rancang bangun hingga produksi mulai dari modul hingga sistem untuk perangkat-perangkat  frekuensi radio dan gelombang mikro ‘Radar Cuaca Nasional’.

3) PT INTI bertanggung jawab dalam produksi, integrator sistem, pengembangan kontroler dan pengolahan sinyal, penjualan, serta penyedia layanan purnajual ‘Radar Cuaca Nasional’.

4) PT LAPI ITB bertanggung jawab dalam pemasaran ‘Radar Cuaca Nasional’.

5) BMKG bertanggung jawab dalam memberikan masukan dalam pengembangan “Industri Radar Cuaca Nasional” dan mengutamakan penggunaan ‘Radar Cuaca Nasional’ yang dibuat oleh konsorsium ini sebagai bentuk keberpihakan terhadap produk dalam negeri.

Konsorsium Radar Nasional membuat dua buah teknologi Radar Cuaca Polarimetrik yang diberi nama I-WARP (Indonesia Weather Radar - Polarimetric) yaitu FMCW Radar (Frequency-Modulated Continuous-Wave),  terpasang di Kota Bandung dan Pulse Compression Radar yang dipasang di perhelatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, Kota Makassar.

Radar Cuaca Polarimetrik mampu menghasilkan data yang dapat digunakan untuk menentukan bentuk, ukuran, dan varietas objek. Lalu, radar ini memiliki kemampuan mengolah sebaran reflektivitas untuk menunjukkan ketebalan awan. Selain itu, perangkat sistem ini mampu mengolah sebaran kecepatan untuk menunjukkan arah dan kecepatan awan.

"Kami optimis Radar Cuaca ini memiliki kekuatan dan peluang dari sisi marketing dan branding," ujar Kadarsah.

Kekuatan dan peluang tersebut akan terus berkembang karena aspek harga kompetitif yang sesuai dengan value produk yang diterima konsumen, sumber daya produksi dan pemeliharaan dalam negeri yang jauh lebih murah, serta spesifikasi pasar menuju perancangan kualitas, biaya, dan pengiriman.

"Yang paling penting, pengembangan Radar Cuaca, baik dari desain maupun pembuatannya, 100% karya Konsorsium Radar Nasional," ungkap Kadarsah.

Sebagai langkah awal, BMKG berkomitmen menggunakan I-WARP ini untuk memenuhi kebutuhan pasokan radar cuacanya.(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Lifestyle-IMS-Core-Android_300x250_okt.jpg
More Stories
telkom sigma
kerjasama CSI
kerjasama CSI