blanja.com
telkomsel halo

Ini dua ide terbaik untuk aplikasi Asian Games 2018

10:24:18 | 29 Sep 2017
Ini dua ide terbaik untuk aplikasi Asian Games 2018
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama dengan Ericsson menyelenggarakan acara Digital Challenge 2017 “Feel The Experience Being Connected in 18th Asian Games 2018”, yaitu kompetisi berupa online hackathon yang memberikan peluang kepada pengembang aplikasi lokal untuk membuat aplikasi mobile untuk diimplementasikan dalam Asian Games tahun 2018 mendatang.

Kompetisi Digital Challenge 2017 ini dibagi menjadi dua kategori yaitu Sport Digital Experience dan Smart City Digital Services.

Pada final judging Digital Challenge 2017 yang dilaksanakan di Ruang Anantakupa Kementerian Kominfo, Kamis (28/9/2017), sebanyak 6 finalis melakukan presentasi dan demo aplikasi di hadapan panel juri dari Ericsson, Kemkominfo INASGOC (Panitia Penyelenggara Asian Games 2018), serta perwakilan dari sejumlah operator telekomunikasi untuk menetapkan dua pemenang dari kategori Sport Digital Experience dan Smart City Digital Services.

Najib Abdillah (JKTPLM 2018​) terpilih sebagai pemenang kategori Sport Digital Experience karena mereka berhasil menciptakan sebuah aplikasi mobile yang dapat memperkaya dan meningkatkan pengalaman penonton dalam menyaksikan pertandingan dan acara olahraga menggunakan perangkat apa saja. Aplikasi tersebut juga menyediakan fitur yang dapat memberikan informasi mengenai skor, jadwal pertandingan, analisis, berita, informasi, dan panduan untuk pertandingan dan acara-acara lainnya.

Sedangkan untuk kategori Smart City Digital Services I Wayan Dharmana dan Adithya Harun Tular (Colony Labs) (Games Connect: Asian Games 2018) berhasil menjadi pemenang dengan menciptakan aplikasi mobile terbaik di antara semua peserta Digital Challenge 2017 dalam memberikan kemudahan layanan digital bagi pengunjung, staf, sukarelawan di lokasi penyelenggaraan acara di Jakarta dan Palembang. Aplikasi mobile ini akan memberikan akses yang mudah ke sistem transportasi yang tersedia di lokasi, layanan yang berhubungan dengan pariwisata dan jasa perjalanan, serta layanan darurat kesehatan.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan mengapresiasi kegiatan Digital Challenge 2017 dan berharap aplikasi para finalis bisa memberi nilai tambah bagi pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang. “Saya berharap aplikasi yang dibuat finalis Digital Challenge 2017 bisa menjadi solusi dan memberi nilai tambah bagi Asian Games 2018. Pesan saya buat para finalis, carilah masalah simple yang perlu dicarikan solusinya.” ujar Semuel, kemarin.

Head of Ericsson Indonesia Jerry Soper, mengatakan di era digital saat ini, kita semua adalah bagian dari Networked Society yang akan membentuk masa depan teknologi untuk memungkinkan pengalaman baru selama perhelatan terbesar olahraga ini berlangsung.

"Ericsson berkomitmen dan bangga atas kontribusi kami dalam percepatan visi masa depan ini dengan mendukung inisiatif Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam Digital Challenge 2017, untuk memberikan kesempatan bagi pengembang aplikasi di Indonesia dalam menciptakan pengalaman digital yang lebih cerdas dan lebih menarik selama Asian Games ke-18, 2018,” ujar Jerry.

Digital Challenge 2017 diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dari tanggal 18 Agustus 2017 sampai 22 September 2017. Selama masa ini, proses kualifikasi yang ketat untuk para peserta difasilitasi oleh Dicoding dan orang yang terpilih mendapatkan akses ke Developer Portal and API milik Ericsson.

Empat puluh orang memenuhi syarat kemudian memasuki tahap Adopsi API Ericsson selama tiga minggu sebelum finalis dikerucutkan menjadi tiga orang finalis untuk setiap kategori.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
kerjasama CSI
kerjasama CSI