blanja.com
telkomsel halo

Video akan menjadi bisnis besar di telekomunikasi

06:24:56 | 22 Sep 2017
Video akan menjadi bisnis besar di telekomunikasi
telkomtelstra januari - maret
SHENZHEN (IndoTelko) - Layanan video diyakini akan menjadi bisnis besar bagi layanan seluler di masa depan untuk menopang pendapatan

"Setelah era layanan suara dan data, "The Next Big Thing" untuk operator itu adalah layanan video. Videa akan menjadi basic service di masa depan layaknya suara dan data," prediksi Senior Director International Media Affairs Corporate Communication Department Huawei Benjamin Howes kala berbagi dengan Media di Shenzhen, kemarin.

Diungkapkannya, jika pada 2004 pendapatan operator global dari layanan suara bisa sekitar US$ 800 miliar dan di 2014 untuk data sekitar US$ 1,2 triliun. Maka di masa mendatang dengan layanan video sejumlah pasokan pendapatan bisa beragam.

Dimulai dari layanan video hiburan dari 4K IPTV, cloud game, dan multi screen. Video yang digunakan untuk komunikasi seperti video call, enterprise UC, dan video conference. Serta layanan video untuk industri seperti eCommerce, surveillence, e-edukasi, dan lainnya.

PR Manager Huawei Indonesia Yunnie Christine mengungkapkan, perseroan berinvestasi di setiap rantai pemasok dari layanan video mulai dari konten, chipsets, TV, set-top box, hingga ke network.

"Kami tahun lalu mendorong uji coba Big Video (4K Ultra HD) dan di April 2017 mendukung Telkom untuk peluncuran Video Call Service bagi layanan IndiHome di Jawa Timur," katanya.

VP International Media Affairs Huawei Daniel Joseph Kelly menambahkan seiring perubahan dari kompetisi, penyedia perangkat seperti Huawei pun mengalami perubahan. "Dulu Huawei dikenal sebagai perusahaan perangkat, sekarang kita lebih ke penyedia solusi. Dulu operator bertanya, kamu bisa sediakan barang ini. Sekarang kita dengar masalah yang dihadapi operator dan datang dengan solusi yang tepat," katanya.

Dikatakannya, Huawei merasa persaingan sebagai pemain solusi tak hanya datang dari pemain jaringan seperti Ericsson atau Nokia. Tetapi karena bermain juga di perangkat bagi konsumen, Huawei terpaksa berhadapan dengan pemain seperti Apple atau Samsung. Sedangkan di pasar solusi enterprise berhadapan dengan pemain seperti IBM atau HP.

"Nah, sekarang Anda tanya kalau begitu kita fokus lawan siapa? Kita fokus memenangkan persaingan dengan memenangkan kepercayaan dari pelanggan," pungkasnya.

Asal tahu saja, pada 2016 perusahaan asal Tiongkok ini menghasilkan pendapatan sebesar US$ 75,1 miliar dimana bisnis jaringan berkontribusi 24% bagi total pendapatan, disusul dari segmen enterprise (47%), dan perangkat konsumen sebesar 44%.(dn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
hut idt 6
More Stories
telkom sigma