blanja.com
telkomsel halo

Tri siap bersaing di tender frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz

08:03:22 | 09 Okt 2017
Tri siap bersaing di tender frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz
Pengguna tengah memanfaatkan layanan dari operator Tri (dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Operator Tri Indonesia (Tri) menyatakan ikut dalam seleksi tambahan frekuensi 2,3 atau 2,1 GHz yang tahapan lelangnya telah diumumkan pemerintah.

Pemerintah mengumumkan lelang  dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2017 tentang Tata Cara Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2.1 GHz dan Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz Tahun 2017 Untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler.

Tender akan melepas Pita frekuensi radio 2.1 GHz, yang terdiri dari dua blok pita frekuensi radio, masing-masing dengan lebar pita frekuensi radio 5 MHz moda FDD yang berada pada rentang 1970–1975 MHz berpasangan dengan 2160-2165 MHz (Blok 11), dan rentang 1975-1980 MHz berpasangan dengan 2165–2170 MHz (Blok 12).

Harga dasar penawaran untuk frekuensi 2,1 GHz adalah Rp 296,742 miliar dengan jaminan keikutsertaan (bid bond) 40% dari harga penawaran yakni Rp 118,696 miliar.

Untuk Pita frekuensi radio 2.3 GHz, yang terdiri dari satu blok pita frekuensi radio dengan lebar pita frekuensi radio 30 MHz moda TDD yang berada pada rentang 2300-2330 MHz. (Baca: Harga Frekuensi)

Harga penawaran untuk frekuensi 2,3 Ghz adalah Rp 366,720 miliar dengan bid bond sebesar Rp 146,688 miliar.

"Kami akan ikut dua-duanya (2,3 dan 2,1 GHz)," ungkap Wakil Direktur Utama Tri Muhammad Danny Buldansyah kepada IndoTelko, Minggu (8/10).

Danny mengaku, Tri membutuhkan tambahan frekuensi untuk melayani trafik data dari pelanggannya. "Kita lihat menangnya dimana. Aturannya, menang di salah satu, gak bisa dapat lainnya," tutupnya.

Dalam catatan, Tri memiliki frekuensi 10 MHz di 1.800 MHz untuk 2G dan 10 MHz di 2,1 GHz untuk 3G. Dengan keterbatasan frekuensi yang ada, Tri mengalokasikan 10 Mhz dari 2,1 GHz untuk melayani pelanggan 3G, dan 5 Mhz dari 1.800 MHz untuk pelanggan 4G.

Kajian dari Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia-ITB (PIKERTI-ITB) selama 2016 menyatakan dengan penguasaan frekuensi 20 MHz dan asumsi memiliki 38 juta pelanggan, pemanfaatannya melayani sebesar 0,526316 MHz per pelanggan.(id) 

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
hut idt 6
More Stories
iklan-web.gif
telkom sigma
kemenpar pesona indonesia
kemenpar pesona indonesia