blanja.com
telkomsel halo

TelkomGroup dan Indosat masuk "Authentic Brands 2017"

06:46:36 | 21 Okt 2017
TelkomGroup dan Indosat masuk
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Agensi komunikasi global Cohn&Wolfe merilis sebuah studi berjudul Kajian Authentic Brands 2017 untuk wilayah Indonesia, sebagai bagian dari survei global konsumen di 15 pasar di dunia terkait pengaruh otentisitas pada bisnis.

Sepuluh besar di daftar Cohn & Wolfe Authentic100 di Indonesia didominasi oleh merek dagang dari sektor keuangan.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) berada di posisi puncak survei ini, disusul oleh Bank Central Asia (BCA) di posisi ketiga, Bank Negara Indonesia (BNI) di peringkat kelima, dan Bank Mandiri di peringkat 10.

Dari sektor bisnis teknologi Google dan Microsoft sukses menembus posisi dua dan enam, pada persepsi positif untuk otentisitas merek dagang.  

Sementara dari sisi operator telekomunikasi, TelkomGroup dan Indosat berhasil masuk 30 besar. Telkom Indonesia berada di posisi 12 diatas Apple yang berada di posisi 13. Sementara Telkomsel berada di posisi 28 dan Indosat di posisi 30.

Lebih dari 1,000 konsumen dari Indonesia berpartisipasi dalam kajian ini, sebagai bagian dari riset global Cohn & Wolfe tahunan yang meliputi pasar Asia, Amerika Utara, Eropa, dan Timur Tengah.

Di Indonesia, 67% dari koresponden mengatakan bahwa mereka memiliki minat beli yang lebih besar terhadap merek dagang yang dinilai sebagai merek yang otentik.

“Merek dagang yang berperilaku dan berkomunikasi dengan otentisitas mereka, akan membangun hubungan yang lebih baik dengan konsumen dan memberikan pengalaman positif bagi konsumen yang lebih baik,” ungkap President Asia Pasifik Cohn & Wolfe Matt Stafford.

Menurutnya, untuk membedakan apa yang ditawarkan mereka dan menumbukan pangsa pasar, penelitian  menunjukkan bahwa merek dagang di Indonesia perlu fokus kepada tiga faktor pendorong utama terhadap tingkat otentisitas merek –Reliable, Respectful, dan Real.

Kajian Authentic Brands Cohn & Wolfe 2017 meneliti peran otentisitas dalam bisnis, atribut yang terkait dengan merek dagang, dan dampak otentisitas pada perilaku konsumen, sikap dan perilaku investor dan karyawan.

Kajian Authentic Brands tahun ini mencakup Brasil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, Hong Kong, India, Indonesia, Italia, Singapura, Spanyol, Swedia, Uni Emirat Arab, Inggris dan Amerika Serikat.

Di Indonesia, 36% dari responden melihat merek dagang sebagai merek dagang yang “terbuka dan jujur,” angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan angka rata-rata global yaitu 22%.

Persepsi positif yang lebih tinggi di Indonesia dan pasar Asia lainnya berbanding terbalik dengan sinisme konsumen di Eropa, di mana kepercayaan bahwa merek dagang sebagai "terbuka dan jujur" hanya terukur dalam satu digit tingkat kepercayaan saja (Swedia 5%; Prancis 7%; Jerman 8%; Italia: 9%).

Amerika Serikat mengalami penurunan terbesar terkait respon pada pertanyaan ini, yaitu pada angka 16%, dibanding 23% pada tahun 2016.

Secara global, lima merek dagang teknologi menduduki peringkat atas: 1) Amazon, 2) Apple, 3) Microsoft, 4) Google, dan 5) PayPal.

Merek dagang teknologi meliputi 70% dari peringkat 10 teratas Most Authentic Global Brands dan menonjol sepanjang Authentic100.

"Konsumen saat ini ingin membeli dari perusahaan yang melibatkan diri dengan cara yang tulus. Penelitian kami menunjukkan adanya hubungan antara merek yang berperilaku dan berkomunikasi secara otentik dan kemampuan mereka untuk menarik dan mempertahankan konsumen – dan, pada akhirnya, membangun bisnis yang lebih kuat," pungkas CEO Cohn & Wolfe Donna Imperato.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
iklan-web.gif
telkom sigma
kemenpar pesona indonesia
kemenpar pesona indonesia