blanja-tcash
telkomsel halo
finnet KTM

Tok! Smartfren hentikan layanan CDMA di 1.900 MHz

09:15:57 | 14 Dec 2016
Tok! Smartfren hentikan layanan CDMA di 1.900 MHz
Merza Fachys (dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - – PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) mematikan layanan Code Division Multiple Access (CDMA) di frekuensi 1.900 MHz  sesuai dengan amanat dari Peraturan Menteri Kominfo No : 22 Tahun 2014 tentang Penggunaan Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Telekomunikasi Bergerak Seluler dan Realokasi Penggunaan Pita Frekuensi Radio 1,9 GHz yang menerapkan Personal Commmunication System 1900 ke Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz.

“Dengan sudah tidak ada pengguna lagi di band 1.900 Mhz, maka kami mengharapkan tidak ada lagi interferensi pada jaringan 3G di 2,1 GHz. Selain itu sisa spectrum 3G yang berdekatan dengan 1.900 MHz kini semakin siap untuk dilelang,” ungkap Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys kepada IndoTelko melalui pesan singkat, Rabu (14/12).

Merza mengaku bangga bisa menuntaskan migrasi layanan sesuai dengan amanat aturan dan tak ada kendala berarti. “Kita disiplin, baik hati, dan tidak  sombong mengerjakan pekerjaan berat ini,” tandasnya.

Secara terpisah, Plt. Kepala Biro Humas Kominfo Noor Iza mengakui aka nada penandatanganan berita acara switch off penggunaan pita frekuensi radio 1900 MHz oleh PT Smart Telecom pada 14 Desember 2016.

Berita acara tersebut ditandatangi oleh Direktur Utama PT. Smart Telecom dan 18  Kepala UPT Monitoring Spektrum Frekuensi Radio, yang memastikan hasil pengukuran di 18 Propinsi, serta disaksikan oleh Direktur Jendral SDPPI Kominfo dan Para Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). (Baca: Migrasi CDMA dari Smartfren

Terkait dengan rencana lelang frekuensi 3G, Noor mengatakan sedang dipersiapkan aspek-aspek teknisnya dengan dilakukan penataan secara nasional untuk memberi ruang gerak pada band-band lainnya khususnya di 2,1GHz.

Switch off ini sesuai dengan amanat dari Peraturan Menteri Kominfo No : 22 Tahun 2014 tentang Penggunaan Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Telekomunikasi Bergerak Seluler dan Realokasi Penggunaan Pita Frekuensi Radio 1,9 GHz yang menerapkan Personal Commmunication System 1900 ke Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz.  Switch off pita frekuensi 1900 MHz PT Smart Telecom berakhir secara nasional per 14 Desember 2016 dan berpindah ke spektrum frekuensi pengganti yang dialokasikan pita frekuensi 2.3GHz.

Langkah-langkah switch off dimulai dengan:
1.Pelaksanaan relokasi pita frekuensi 1900 MHz dimulai pada bulan November 2016, pelaksanaan relokasi pada bulan tersebut dilaksanakan oleh PT. Smart Telecom dengan memperhatikan keberadaan pelanggan.
2. Relokasi pita frekuensi 1900 MHz dilaksanakan dengan cara mengurangi jumlah carrier secara bertahap di seluruh daerah hingga menyisakan 1 (satu) carrier pada tanggal 6 Desember 2016.
3. Switch off secara nasional dijadwalkan pada tanggal 14 Desember 2016 dengan mengurangi secara keseluruhan jumlah carrier pada pita frekuensi PT Smart Telecom.

Direktur Jendral SDPPI Dr. Ismail dalam rilisnya menyampaikan bahwa switch off penggunaan pita 1.900 MHz  merupakan bagian dari penataan Pita Frekuensi Seluler Nasional secara keseluruhan dengan tujuan agar lebih efisien dan optimal dalam penggunaannya.

“Dengan switch off penggunaan 1.900 MHz oleh PT Smart Telecom, Kementerian Kominfo dapat melakukan penataan kembali penggunaan blok 11 dan 12 pada pita 2100 MHz yang selama ini terganggu dengan penggunaan pita 1900 MHz berteknologi CDMA,”katanya.

Ditegaskannya, meskipun pelaksanaan switch off 1900 MHz oleh Smart Telecom sudah dilaksanakan dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, Direktorat Jenderal SDPPI melalui Direktorat Pengendalian SDPPI beserta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen SDPPI tetap terus melakukan pengawasan dan pengendalian pita frekuensi 1900 MHz secara terus menerus untuk memastikan tidak adanya potensi gangguan yang merugikan pada pita frekuensi 2,1 GHz.(id)

Artikel Terkait
loading...
Rekomendasi
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
indihome
News of The Day