blanja.com
telkomsel halo

Pengusaha lokal belum maksimal nikmati kue industri telekomunikasi

16:10:40 | 06 Dec 2017
Pengusaha lokal belum maksimal nikmati kue industri telekomunikasi
Menkominfo Rudiantara (tengah) bersama Ketum Apnatel Triana Mulyatsa mendengarkan paparan Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin tentang perkembangan infrastruktur operator itu di Jakarta, Rabu (6/12).
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi (Apnatel) mengungkapkan pengusaha lokal belum maksimal menikmati "kue" dari industri telekomunikasi nasional

"Belanja modal telekomunikasi di Indonesia tidak kurang dari Rp 20 triliun hingga Rp 25 triliun per tahun, namun berapa persen yang dapat dinikmati pengusaha nasional? Masih kecil, karena sebagian besar peralatan telekomunikasi impor, disamping teknologi, sumber daya berupa tenaga kerja, dan konsultan dikuasai asing," ungkap Ketua Umum Apnatel Triana Mulyatsa kala memberikan sambutan di acara "The Role of Broadband as a Competitive Advantage to Develop Indonesia's Economy, di Jakarta, Rabu (6/12).

Diungkapkannya, saat ini perubahan teknologi terbilang cepat, dari penggunaan kawat tembaga beralih ke serat fiber (fiber optic), teknologi yang cepat ini tentu membutuhkan perubahan. "Kita harapkan ada keberpihakan  pemerintah terhadap pelaku industri telekomunkasi tanah air. Kalau dilihat berbagai kebijakan yang ada saat ini belum berpihak kepada pemain lokal," katanya.

Disarankannya, perlu dilakukan riset material atau barang-barang telekomunikasi yang bisa bahkan adanya keharusan diproduksi di dalam negeri. Selain itu semua operator telekomunikasi diwajibkan untuk menggunakan material atau alat ukur yang diproduksi di dalam negeri. Terakhir adanya dana riset untuk memproduksi barang-barang telekomunikasi di dalam negeri.

"Kalau selama ini ada keluhan barang dalam negeri lebih mahal, kita butuh riset struktur biaya yang menyebabkan produksi dalam negeri lebih mahal dibanding impor," tukasnya.

Lebih lanjut diharapkannya, pengusaha lokal bisa mendapat akses informasi, jadwal dan persyaratan rencana pembangunan atau investasi yang akan dilakukan operator dan kontinuitas untuk investasi yang beresiko tinggi perlu kerjasama jangka panjang.

Menanggapi hal itu, Menkominfo Rudiantara mengaku pemerintah sudah menunjukkan keberpihakan kepada barang dalam negeri dimana adanya aturan soal Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). "Lihat proyek Palapa Ring yang paket timur, itu kan kita paksakan ada TKDN, banyak yang protes tetapi jalan juga kan," katanya.

Rudiantara mengaku jika berkaitan dengan permintaan Apnatel untuk mendapatkan porsi pekerjaan lebih banyak tergantung kepada kesepakatan business to business (B2B) dengan operator.

"Ini kan lebih kepada operator kebijakannya bagaimana dalam eksekusi lapangan, kita gak bisa masuk kalau B2B. Apnatel ini kan banyak ke pengerjaan konstruksi, itu B2B. Soalnya ada kasus operator yang ngerjain suatu proyek itu turn key project, kalau pola gitu kan biasanya dominan dari asing, tetapi sebenarnya soal ngurut kabel, gali, dan lainnya itu baiknya dikasih ke pemain lokal," katanya.

Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin menegaskan Telkom selalu kerjasama dengan pengusaha lokal dalam mengembangkan jaringan. "Kita selalu gandeng pemain lokal dan menarik insentifnya bagi mereka," pungkasnya.(dn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
hut idt 6
More Stories
iklan-web.gif
telkom sigma
kemenpar pesona indonesia
kemenpar pesona indonesia