blanja.com motoGP
telkomsel halo
finnet KTM

Layanan operator paling sering diusilin "dedemit maya"

17:02:56 | 12 Sep 2017
Layanan operator paling sering diusilin
Presiden Direktur & CEO XL Dian Siswarini (tengah) didampingi Direktur Service Management XL Yessie D Yosetya (kanan) dan GM Audit & Risk Management XL I Gde Wiyadnya usai memaparkan tentang tren cyber security di Jakarta, Selasa (12/9).(dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Layanan milik operator telekomunikasi salah satu yang paling sering diusilin oleh hacker di dunia maya.

"Operator paling disuka oleh pihak-pihak yang usil di dunia maya. Touch point kita ke pelanggan itu tiap hari ada upaya serangan. Rata-rata ada percobaan serangan ke touch point kita itu 400 - 500 ribuan tiap harinya. Meningkat 20% sampai 30% dibanding tahun lalu," ungkap Direktur & Chief Service Management Officer XL Axiata di Jakarta, Selasa (12/9).

Diungkapkannya, touch point berupa aplikasi untuk melayani pelanggan yang menyediakan penjualan pulsa paling diminati oleh 'pengusil' karena menginginkan sesuatu yang gratis dari operator. "Biasanya mereka mau buktikan bisa dapatkan gratis dari operator," katanya.

Dikatakannya, dalam menghadapi potensi serangan perseroan selalu meningkatkan kemampuan dari teknologi, People, dan Proses. "Kami selalu update teknologinya, tingkatkan kompetensi orangnya, dan yang terpenting budaya security bagi semua pihak di XL," katanya.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini menambahkan, saat ini operator telekomunikasi memandang serius masalah penanganan serangan dari dedemit maya dan mengalokasikan dana lumayan besar untuk isu security. "Kalau dulu risk management hanya bagian dari compliance, sekarang ini sudah menjadi kebutuhan," katanya.

Dikatakannya, guna membangun kewaspadaan bersama atas potensi ancaman kejahatan cyber  XL Axiata  mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan suatu forum diskusi dan berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan risiko bisnis yakni “Risk & Control Forum” (RCF) di Jakarta, Rabu (13/9).

“XL Axiata sebagai salah satu pelaku Industri Telekomunikasi perlu untuk terus mencermati tren industri dan risiko-risiko terkait. Dengan mendiskusikan dan berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan risiko bisnis (risk and control), kami berharap para pelaku industri ini dapat saling berbagi pengalaman, dan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kompetensi mengenai hal-hal tersebut,” katanya.

Dian menambahkan, saat ini hampir setiap perusahaan menggunakan sistem teknologi informasi dan koneksi ke dunia digital untuk mendukung aktivitas bisnisnya. Karena itu, semua perusahaan pasti memiliki kebutuhan untuk mampu mengamankan sistem teknologi informasi yang dikelolanya. Untuk itulah, dia menekankan, event ini menjadi sangat penting bagi pelaku industri. Apalagi, serangan cyber juga acap kali menyasar perusahaan-perusahaan di Indonesia. Memiliki sistem keamanan cyber dan manajemen risiko yang kuat tentu menjadi suatu nilai tambah yang penting bagi setiap perusahaan di industri ini.

XL Axiata berharap Forum Risk & Control ini selanjutnya bisa menjadi wadah bagi para praktisi audit dan manajemen risiko di industri telekomunikasi dan industri terkait untuk saling berdiskusi, berbagi ilmu, pengalaman, bertukar pikiran, dan menjalin komunikasi. Melalui event ini, para praktisi dapat mendiskusikan tren dan update terbaru terutama yang memerlukan perhatian dari sisi audit dan manajemen risiko.

Dian juga menekankan pentingnya forum ini bagi pelaku industri financial technology (fintech). Menurutnya, pelaku industri fintech pun harus aware dengan segala resiko yang mungkin muncul dari sisi cyber. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa pelaku industri fintech dalam memperluas pengembangan bisnisnya menggunakan sarana platform digital terutama dalam upaya memperbanyak pengguna. Jaminan atas keamanan data dan juga dana nasabah dari berbagai sisi tentu menjadi perhatian utama masyarakat dalam menggunakan jasa dan produk fintech.

Pada 2015, XL Axiata menyelenggarakan event Forum Risk & Control yang pertama. Event tersebut mendapatkan respon yang baik dari para peserta. Karena itu, pada penyelenggaraan RCF 2017 ini, XL Axiata berharap akan tercapai suatu kesepakatan/komitmen dari para peserta untuk menjalin komunikasi yang berkesinambungan di antara para praktisi audit dan manajemen risiko di industri telekomunikasi. Selain itu, forum ini nanti juga diharapkan akan menyepakati komitmen untuk mengadakan Forum Risk & Control secara rutin.

Peserta pada forum ini akan terdiri dari pelaku industri telekomunikasi, baik dari kalangan operator telekomunikasi, penyedia teknologi jaringan, praktisi industri teknologi finansial (fintech), serta komunitas auditor internal dan manajemen risiko. Sementara itu untuk pembicara yang akan hadir antara lain regulator dari Direktorat Keamanan Informasi pada Kementerian Komunikasi dan Informatika, pakar dan konsultan industri telekomunikasi, serta praktisi pelaku industri Fintech.

XL Axiata memiliki departemen Audit Internal dan Manajemen Risiko yang diberikan kepercayaan untuk memastikan dan membantu manajemen XL Axiata terkait pengelolaan tata kelola perusahaan yang baik melalui kajian audit untuk memastikan bahwa pelaksanaan kebijakan dan prosedur dalam aktivitas operasional XL Axiata telah berjalan dengan efektif seperti yang direncanakan.

Di samping itu, XL Axiata juga memiliki unit Manajemen Risiko dan Advisory (RMA) yang bertugas memfasilitasi proses pengelolaan risiko. Dalam melakukan aktivitas manajemen risiko, XL Axiata telah melakukan Teknik Penilaian Diri Atas Risiko dan Pengendalian (“RCSA”), di mana pemilik risiko (pemilik usaha) mengidentifikasi risiko yang mungkin berdampak pada tujuan bisnis mereka, dan memberikan rencana mitigasi untuk mencegah atau mengendalikan risiko.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Lifestyle-Native-LTE-Wifi-Calling_300x250.jpg
More Stories
telkom sigma
smartfren
kerjasama CSI
kerjasama CSI