blanja.com
telkomsel halo

Net1 Indonesia akan komersial penuh di 2018

11:17:07 | 23 Jun 2017
Net1 Indonesia akan komersial penuh di 2018
CEO Net1 Indonesia Larry Ridwan tengah menunjukkan area layanan 4G ke Menkominfo Rudiantara dan Komisioner BRTI Imam Nashiruddin, Kamis (22/6).(dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) sebagai pemilik merek dagang layanan 4G Net1 Indonesia akan mengkomersialkan secara penuh layanan 4G di frekuensi 450 MHz mulai 2018.

“Kalau bicara mulai jualan, kita sudah lakukan itu di beberapa provinsi seperti Sulawesi Selatan, Ambon, dan Banten. Tetapi kalau bicara komersial menyeluruh targetnya kita selesaikan dulu perpindahan dari pelanggan Code Division Multiple Access (CDMA) ke 4G hingga akhir tahun ini. Semoga semua sesuai jadwal,” ungkap CEO Net1 Indonesia Larry Ridwan kala menerima rombongan Menkominfo Rudiantara ke NOC Net1 Indonesia, Kamis (22/6) malam.

Diungkapkannya, dari  hasil berjualan 4G di beberapa kota, sekarang Net1 sudah memiliki sekitar 4 ribu pelanggan 4G dimana dominan dari pasar ritel. “Hal yang menarik profil pelanggan kita berada 3 hingga 4 KM dari  site. Penggunaan masih untuk akses data yang dasar seperti browsing atau melihat youtube. Belum ke aplikasi yang fancy,” katanya.

Dikatakannya, saat ini merek lama Ceria, memiliki sekitar 70 ribu pelanggan CDMA. Pekerjaan berat adalah memindahkan para pelanggan ini ke 4G. “Strategi kita untuk memindahkan ini memang dari area luar dulu agar bisa belajar teknis dan matang organisasinya, setelah itu masuk ke area dalam alias perkotaan. Kita mau cepat-cepat hanya operasikan 4G saja, costly kelola dua  jaringan,” katanya.

Diungkapkannya, dalam membawa pelanggan migrasi ke 4G ditawarkan trade in perangkat router dan MiFi ke pelanggan, sementara paket berlangganannya disesuaikan. “Saat ini untuk 4G masih pascabayar,” katanya.

Dikatakannya, ke depan fokus perseroan dalam menggelar 4G adalah di area rural dan sub urban. Alokasi frekuensi yang digunakan adalah 5 MHz dari total 7,5 MHz. Sejauh ini Net1 baru memiliki 23 eNodeB (BTS 4G) dan 440 BTS CDMA. Vendor yang digunakan adalah ZTE.

 “Harapan kita dengan ada  Palapa Ring bisa bantu  di sisi backbone. Kita akan uji coba 4G dengan 450 MHz ini di daerah 3T di Serang. Kalau berhasil, ini bisa pelan-pelan menggantikan Vsat sebagai akses data,” katanya.

Trafik Lebaran

Terkait dengan trafik jelang Lebaran, Larry mengungkapkan di jaringannya justru turun hingga 20%. “Kita kan sekarang di CDMA dominan untuk suara dan segmen perkantoran. Kalau mau lebaran kan pada tutup, jadi trik ikut turun,” katanya.

Asal tahu saja, STI merupakan penyedia jasa telekomunikasi selular mobilitas penuh di Indonesia. STI adalah bagian dari Sampoerna Strategic Group. STI dikenal dengan nama Ceria sebagai kelanjutan dari PT Mobile Selular Indonesia (Mobisel) dan PT Mandara Selular Indonesia (Mandara). (Baca: Net1 di Indonesia)

STI merupakan satu-satunya operator telekomunikasi di Indonesia yang beroperasi pada frekuensi 450Mhz dengan menggunakan teknologi CDMA2000 1x. STI memiliki lisensi mobilitas penuh dengan jangkauan nasional. Saat ini, jangkauan layanan STI meliputi pulau Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok. (Baca: STI memilih 4G)

Keberanian Sampoerna Group menggarap 4G tak bisa dilepaskan dari masuknya investor AINMT. AINMT Holdings (AINMT), perusahaan induk dari AINMT Skandinavia Holdings dan AINMT International Holdings mengumumkan penandatanganan perjanjian untuk berinvestasi di STI pada bulan Januari 2016. AINMT menguasai sekitar 30% saham milik STI.(dn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
kerjasama CSI
kerjasama CSI