blanja
telkomsel halo
finnet KTM

Menkominfo harapkan Satelit T3S dukung Nawacita

06:20:16 | 16 Feb 2017
Menkominfo harapkan Satelit T3S dukung Nawacita
Menkominfo Rudiantara berfoto bersama jajaran manajemen Telkom Grup kala nonton bareng peluncuran satelit T3S di Jakarta, Rabu (15/2) dini hari. (Foto:TLKM)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengharapkan satelit Telkom 3S (T3S) yang berhasil meluncur melintasi orbit pada Rabu pagi (15/2) pukul 04.39 WIB dari Guiana Space Center, Kourou, Guiana Perancis bisa mendukung program Nawacita dari pemerintah.

"Selamat atas suksesnya peluncuran satelit T3S. Kita masih membutuhkan kapasitas satelit untuk memasok pasar di Indonesia yang permintaannya sampai 2022 lebih besar dari kemampuan operator lokal memasoknya. Indonesia kekurangan pasokan satelit untuk memenuhi kebutuhan, baik pemerintah maupun industri. Tercatat, dari kebutuhan 300 transponder satelit, baru 160 transponder yang bisa dipenuhi dalam negeri," kata Pria yang akrab disapa RA itu dalam pesan singkat ke IndoTelko, Rabu (15/2).

Dikatakannya, satelit Telkom 3S  merupakan satelit komunikasi geostasioner milik PT Telkom Indonesia yang ditempatkan pada posisi di atas khatulistiwa dan bergerak mengelilingi bumi dengan lintasan berbentuk lingkaran yang memiliki sumbu rotasi sama dengan bumi.

"Peluncuran Satelit Telkom 3S ini turut mendukung Program Nawacita untuk membangun Indonesia dari pinggiran dan memperkuat berbagai daerah dalam rangka negara kesatuan," katanya.

Satelit Telkom 3S didesain untuk dapat melayani siaran televisi berkualitas tinggi (High-Definition Television), layanan komunikasi seluler, serta broadband internet denngan jangkauan seluruh wilayah Indonesia, Asia Tenggara dan sebagian Asia Timur.

Satelit Telkom 3S memiliki keunggulan dalam penyediaan layanan siaran televisi berkualitas tinggi (High-Definition Television), layanan komunikasi seluler, broadband internet, serta sistem komunikasi VSAT yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, Asia Tenggara dan sebagian Asia Timur. Tak hanya itu, layanan Telkom 3S memiliki bit-rate lebih tinggi, sehingga menghasilkan kualitas komunikasi yang lebih baik.  

Diharapkan dengan hadirnya Satelit Telkom 3S kebutuhan infrastruktur telekomunikasi di daerah pinggiran yang belum terjangkau jaringan teresterial dapat terpenuhi. Sehingga kesenjangan akses informasi dan internet di dua pertiga wilayah Indonesia yang belum terjangkau dapat diatasi.

Bagi Kementerian Kominfo selain tersedianya satelit  melayani negeri adalah amannya slot orbit Indonesia pada slot orbit 118 selama 15 tahun ke depan. Sebagaimana diketahui Slot orbit tersebut kembali menjadi slot orbit Indonesia melalui perjuangan yang gigih oleh Menteri Kominfo bersama Para Jajaran Kementerian Kominfo. (Baca: Peluncuran satelit T3S)

Dalam rilis Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinyatakan peluncuran Telkom 3S merupakan salah salah satu perwujudan Nawacita poin ke satu yaitu melindungi warga negara melalui keamanan nasional dan pembangunan pertahanan  serta memperkuat jati diri sebagai negara maritim dan poin ke tiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dan memperkuat berbagai daerah dalam rangka negara kesatuan.

Satelit Telkom 3S akan melengkapi dua satelit Telkom lainnya yang masih beroperasi yaitu Telkom-1 dan Telkom-2. Nilai investasinya mencapai US$ 215 juta mencakup biaya pembuatan satelit, jasa peluncuran dan asuransi, Telkom 3S memiliki kapasitas 42 transponder atau setara 49 Transponder Equivalent (TPE) yang terdiri atas 24 transponder C-Band (24 TPE), 8 transponder extended C-Band (12 TPE), dan 10 transponder Ku-band (13 TPE).

"Sistem komunikasi satelit yang berkualitas merupakan solusi tepat sebagai komplementer sistem terestrial agar mampu memberikan layanan telekomunikasi di area terluar, terdepan, dan terpencil di seluruh Indonesia," kata pernyataan resmi KBUMN.(id)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Lifestyle-Roaming-Costs-v2.jpg
More Stories
telkom sigma
smartfren