blanja
telkomsel halo
finnet KTM

Kolom Opini

Mengenal Ad Tech membantu bisnis aplikasi mobile

08:07:06 | 25 Mar 2017
Mengenal Ad Tech membantu bisnis aplikasi mobile
ilustrasi
telkomtelstra januari - maret
Industri teknologi periklanan telah berkembang pesat beberapa tahun belakang ini, sehingga telah melengkapi terbentuknya ekosistem bisnis mobile. Saat ini, seseorang bisa membuat sebuah aplikasi lalu menjadikannya sebuah bisnis.

Banyaknya developer membuat makin maraknya bisnis perusahaan mobile. Umumnya, para developer menjalankan bisnis mereka ini, seperti mendapatkan pengguna dan monetisasi aplikasi, dari rumah mereka. Hal inilah yang membuat mereka mendapat banyak keuntungan karena berhasil mengatasi tantangan tradisional dalam menemukan permintaan dan penawaran dengan menggunakan teknologi dan data.

Menurut Interactive Advertising Bureau (IAB), tahun ini untuk pertama kalinya, pengeluaran biaya untuk aplikasi mobile di dunia telah mengalahkan pengeluaran biaya untuk desktop (website), data pertumbuhan ini didapat secara khusus melalui observasi di Indonesia. Menurut eMarketer, Indonesia memiliki lebih dari 55 pengguna smartphone, membuatnya sebagai pasar terluas di area Asia Tenggara, dan ini diharapkan terus tumbuh sebanyak 2/3-nya di tahun 2019.

Dengan perkembangan mobile ad tech terciptalah potensi kenaikan pendapatan untuk pengiklan (mereka yang mencari pengguna baru untuk aplikasi mereka) dan publisher (mereka yang mendapatkan uang dengan menampilkan iklan di aplikasi mereka). Baik pengiklan. publisher, maupun app developer yang ingin mendapatkan uang dengan aplikasi mereka perlu untuk terus mengetahui perkembangan terkini akan tren terbaru dari format dan teknologi yang digunakan di industri ini agar tetap berada di peringkat teratas.

Kualitas Pengguna    
Peluang pemasaran di area mobile berkembang sangat pesat karena pengiklan dan publisher mengubah fokus mereka dari kuantitas menjadi kualitas dari pengguna mereka. Pengiklan mulai mau berinvestasi lebih banyak untuk mendapatkan pengguna yang berkualitas untuk aplikasi mereka, para pengguna yang akan membeli ataupun menggunakan aplikasi tersebut dalam waktu yang cukup lama untuk mengonsumsi iklan.

Publisher mengetahui jika mereka ingin mendapatkan pembayaran yang tinggi untuk slot iklan mereka, mereka harus bisa menampilkan format yang benar kepada penggunanya. Hal ini untuk memastikan kalau mereka mengunduh aplikasi yang diiklankan dari app store, sehingga menghasilkan pendapatan untuk publisher, karena kebanyakan dari in-app ads dijual berdasarkan cost-per-install (CPI).

Native ad
Mobile marketers harus aktif mencari format iklan yang bisa meningkatkan pengalaman pengguna di dalam sebuah aplikasi, untuk membuat mereka suka berinteraksi dengan iklan yang ditampilkan. Hal ini memberikan pengguna berkualitas tinggi untuk para pengiklan dan pembayaran yang lebih tinggi untuk para publisher.

Setelah beberapa tahun lalu, mobile native ads telah hadir dan meluas. Mobile native ads dinilai jauh lebih efektif dalam mengubah kualitas pengguna karena click-through rates (CTR) yang didapat akan 4x lebih tinggi daripada tradisional banner ads.

Native ads, sebuah konten iklan yang tercampur pada konten aplikasi merupakan konten yang tidak terlalu mengganggu dibandingkan dengan format konten lainnya karena kedua desain dan waktu tersebut berada di saat para pengguna merasa tertarik menggunakan aplikasi tersebut. Dengan menyatu dalam konten aplikasi, dan timbul pada satu waktu yang bersamaan tentunya tidak akan mengganggu alur pengguna, mereka akan lebih memiliki banyak kesempatan untuk konversi.

Otomatisasi      
Pada saat yang sama, programmatic ad (iklan terprogram) cepat sekali muncul sebagai cara mengotomatisasi dan mengoptimalkan pembelian dan penjualan iklan di telepon seluler.

Dengan memanfaatkan metode programmatic ad, para pengiklan dan publisher sama-sama bisa mengambil keuntungan dari optimalisasi otomatis, dengan pengiklan menemukan sumber terbaik dari pengguna berkualitas tinggi dan publisher dapat menjual slot iklan yang tersedia di aplikasi dengan harga tawar yang tinggi berdasarkan kondisi yang telah ditetapkan.

Dengan seperti ini, pembelian dan penjualan yang terprogram memiliki keuntungan yang signifikan daripada metode media buying tradisional, karena optimalisasi yang sempurna berarti mempertemukan sumber penawaran dan permintaan yang sesuai dengan lebih mudah dan cepat.

Strategi Monetisasi    
Perubahan yang cepat dalam industri ini mengharuskan para developer untuk memprioritaskan opsi monetisasi mereka. Para pengiklan yang menginginkan pengguna berkualitas tinggi dan publisher yang ingin memastikan bahwa slot iklan mereka terjual dengan harga setinggi-tingginya, akan butuh untuk mengakses sumber penawaran dan permintaan sebisa mungkin untuk menjangkau orang yang lebih banyak.

Bagaimanapun, menggunakan beberapa ad network (jaringan iklan) dan alat pengembangan perangkat lunak (Software Development Kits atau SDKs, yang menghubungan aplikasi tersebut dengan berbagai sumber) adalah hal yang melelahkan dan rumit, yang mana banyak yang melakukan mediasi iklan sebagai solusi.

Dalam mediasi, satu alat pengembangan perangkat lunak (SDKs) digunakan dalam aplikasi publisher, yang mana menghubungkannya ke berbagai ad network dengan pertukaran yang tidak terprogram (non-programmatic) dan pertukaran yang terprogram (programmatic). Mediasi memilih ad network berdasarkan jaringan yang biasanya membayar lebih tinggi.

Publisher dapat dapat mengintegrasikan dengan sejumlah besar sumber permintaan dengan integrasi minimal dan monetisasi, sambil focus menjaga indikator kinerja utama mereka (KPI) sepanjang waktu dan mengoptimalkannya. Developer bisa mendapatkan informasi yang lengkap tentang jaringan yang berkinerja lebih baik dibandingkan yang lainnya pada waktu yang diberikan.

Developer aplikasi yang mengikuti trend pasar berada di posisi terbaik ketika menangkap market share dan memperbaiki monetisasi mereka.

Asia Tenggara sagat potensial untuk developer, tetapi bisnis ini bisa menjadi sangat tricky ketika tidak dilengkapi dengan alat pendukung yang tepat. Sangat penting untuk menjaga pengalaman pengguna (user experience) dan memanfaatkan metode programmatic jika pengiklan dan publisher sama-sama ingin berselancar di lautan monetisasi mobile.(*)

Ditulis oleh  Head of Global Sales di Glispa Global Group Ashwin Shekhar

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Minima-WiFi-Access-Point.jpg
More Stories
telkom sigma