blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Ini lima tren di industri telekomunikasi untuk tahun ayam api

15:44:55 | 14 Feb 2017
Ini lima tren di industri telekomunikasi untuk tahun ayam api
ilustrasi
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Asia Tenggara adalah kawasan yang terdiri dari tiga jenis negara, yaitu negara maju, negara berpenghasilan menengah dan negara yang tertinggal perkembangannya.

Memperhatikan hal tersebut, Pricewaterhouse Coopers meluncurkan laporan “PwC View” tentang 5 tren sektor telekomunikasi kawasan Asia Tenggara pada tahun 2016, dengan menggunakan konsep yang pada awalnya diperuntukkan bagi India pada tahun 2011, dimana konsep 5 tren tersebut kini mendekati tahun ketujuh dan merupakan pernyataan tahunan yang telah mendapatkan pengakuan.

Lima tren tersebut merupakan peluang bagi kami untuk menelaah hal-hal yang terjadi pada tahun lalu dan memandang tren-tren utama masa depan yang diperkirakan akan kita lihat di industri ini pada tahun 2017.

Berikut ini prediksi kami atas 5 tren utama sektor telekomunikasi Asia Tenggara tahun 2017

1. Ancaman globalisasi
Bentuk baru gangguan pendapatan akan memicu Pemerintah untuk membatasi perusahaan internet global agar lebih bertanggung jawab terhadap perpajakan lokal dan hak pelanggan sehingga pelaku usaha akan menyadari bahwa mereka harus melokalkan jasa yang mereka berikan untuk mendapatkan lebih banyak kegiatan bisnis.

Setelah globalisasi selama satu dekade melalui internet, kita akan memasuki suatu bentuk “deglobalisasi” untuk mendemokratisasikan akses dengan lebih lanjut.

2. Meyakini B2B2C
Operator telekomunikasi akan mulai menerima bahwa mereka tidak dapat terus terobsesi dengan “memiliki pelanggan”, suatu anakronisme di dunia omni-channel. Perusahaan telekomunikasi yang berpandangan jauh ke depan akan bereksperimen dengan memfasilitasi perusahaan lain agar dapat memenangkan dan melayani pelanggan (misalnya, dengan memfasilitasi IoT), menyadari bahwa inilah jalur untuk memperoleh pendapatan baru.

3. Kejutan pendatang baru di pasar
Di beberapa negara Asia Tenggara operator baru (akhirnya) akan mulai meluncur pada tahun 2017. Myanmar dan Singapura akan melihat peluncuran operator seluler keempat nya dan Filipina juga akan menyambut pendatang baru. Para pemain lama akan mengalami kejutan karena harga akan semakin turun atau bahkan berbasis nol, seperti layanan panggilan suara gratis melalui VoLTE seperti yang telah kita lihat di India.

4. Tekanan portofolio perusahaan grup
Kelompok perusahaan telekomunikasi terintegrasi di kawasan Asia Tenggara akan dimintai pertanggungjawaban oleh para pemangku kepentingan  untuk menunjukkan bagaimana mereka dapat meraup monetisasi akuisisi perusahaan “digital”. Hal ini akan memperparah gesekan antara “patient capital’ yang dibutuhkan oleh para perusahaan digital versus tuntutan yang datang setiap kuartal untuk meningkatkan kinerja harga saham. Pemerintah akan terus merestrukturisasi portofolio aset BUMN sebagai upaya untuk memperoleh aset pita lebar nasional di masa depan.

5. Digitalisasi kegiatan usaha inti
Hal ini telah diprediksi sejak lama, namun pada tahun 2017 kita akan mulai melihat beberapa operator mulai melaksanakan konsep Fit for Growth melalui langkah transformasi keuangan, teknologi dan operasional yang membawa teknologi digital (seperti Big Data, IoT dan analitik) langsung menuju bagaimana para operator tersebut menjalankan usaha mereka.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Lifestyle-IMS-Core-Android_300x250.jpg
More Stories
telkom sigma
smartfren
kerjasama CSI
kerjasama CSI