blanja.com
telkomsel halo

Kominfo berikan prioritas perlindungan terhadap infrastruktur TIK

13:01:27 | 13 Aug 2017
Kominfo berikan prioritas perlindungan terhadap infrastruktur TIK
ilustrasi
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyampaikan bahwa keamanan informasi dan cyber security telah menjadi salah satu perhatian utama di Kementerian Kominfo, yang dituangkan dalam Rencana Strategis Kementerian Kominfo tahun 2015 – 2019, di mana cyber security dan governance ditujukan untuk mendukung Nawacita dalam mengamankan sektor strategis nasional, kepentingan nasional, dan masyarakat.

“Perlindungan terhadap infrastruktur dan objek vital nasional yang menggunakan sarana TIK dan industry control system harus menjadi prioritas utama kita. Perlu dilakukan identifikasi sektor strategis apa saja, siapa instansi yang mengatur dan mengawasi sektor, bagaimana melakukan perlindungan, mitigasi risiko, penanganan insiden, pemulihan informasi dll,” kata  Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan  dalam acara  2nd Symposium on Critical Information Infrastructure Protection in Indonesia, pekan lalu, seperti  disiarkan laman Kominfo.   

Dikatakannya, Kominfo telah mengidentifikasi 8 sektor yang tergolong ke dalam sektor strategis nasional, yaitu pemerintahan, ketahanan, keuangan, kesehatan, energi dan sumber daya mineral (ESDM), transportasi, TIK, serta ketahanan pangan.

Kominfo juga saat ini sedang merumuskan kebijakan strategis cyber security nasional dalam kaitannya tentang penanganan cyber security berskala nasional, yang mencakup lima hal:

Pertama, Resilience, yaitu terselenggaranya infrastruktur informasi yang tetap dapat berjalan melayani publik walaupun terjadi suatu kerusakan atau serangan.

Kedua, Public service, terbentuknya respon dan langkah penanggulangan pemulihan akibat serangan cyber.
Ketiga, Cyber law enforcement, terbentuknya kerangka kerja dan regulasi yang dapat menciptakan perlindungan yang aman dan kondusif.

Keempat, Cyber culture, di mana budaya yang dimaksud dalam hal ini adalah kesamaan kerangka berpikir dalam menyikapi keamanan informasi agar terciptanya budaya siber yang mempromosikan keamanan demi penggunaan internet yang sehat dan tepat.

Kelima, Secure market, terbentuknya profesi dan keahlian keamanan siber yang dapat menciptakan perdagangan elektronik yang aman.

Selain itu, sejak tahun 2015 Kementerian Kominfo bersama dengan berbagai institusi dari sektor strategis dan akademisi telah menyusun sebuah kerangka kerja perlindungan informasi infrastruktur bagi sektor strategis nasional, yang juga disebut Critical Information Infrastructure Protection (CIIP).

“Kita juga lakukan  identifikasi terkait standar di bidang keamanan informasi dan cyber security yang dapat digunakan sebagai acuan penerapan keamanan informasi di sektor strategis nasional,” jelas Direktur Keamanan Informasi Aidil Chendramata.

Kasi Standardisasi Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan Bardianto juga menegaskan pentingnya membuat regulasi dan kebijakan keamanan informasi di bidang penerbangan.

Di penerbangan semua sistemnya sudah menggunakan sistem komputer, teknologi informasi dan komunikasi, sehingga  wajib membuat regulasi dan kebijakan di bidang penerbangan.  

Dijelaskannya, International Civil Aviation Organization (ICAO) sebagai badan penerbangan dunia juga sudah mulai menetapkan regulasi internasional yang mewajibkan negara anggota, termasuk Indonesia, untuk membuat regulasi kebijakan demi melindungi TIK di semua operator penerbangan yang bisa berdampak terhadap keamanan keselamatan penerbangan.

“Kita sudah mulai merintis kerjasama, meminta masukan dari  Kominfo untuk membuat draft policy regulasinya, dan kita tuangkan dalam Peraturan Menteri untuk membuat kewajiban bagi operator-operator di penerbangan untuk melindungi sistem TIK-nya,” papar Bardianto.(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Lifestyle-IMS-Core-Android_300x250_okt.jpg
More Stories
telkom sigma
kerjasama CSI
kerjasama CSI