blanja.com
telkomsel halo

Kominfo bikin aplikasi E-USO untuk optimalkan program USO

10:29:51 | 28 Dec 2016
Kominfo bikin aplikasi E-USO untuk optimalkan program USO
Masyarakat di salah satu pulau terluar tengah menikmati layanan seluler(dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) –  Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merilis aplikasi E-USO untuk mempermudah usulan penyediaan menara seluler (BTS) dan akses internet dari Pemda ataupun Kementerian/Lembaga (K/L).

Kasubdit Ekosistem Pitalebar Kominfo Wayan Toni Supriyanto mengungkapkan saat ini terdapat 34 Provinsi di Indonesia ataupun K/L sudah mengusulkan ke Kominfo baik program penyediaan BTS ataupun akses internet. Dari tahun 2015 hingga tahun 2016 usulan penyediaan BTS sejumlah 948 lokasi dan usulan akses internet sejumlah 1923 lokasi.

Pada awalnya pengusulan program KPU/USO dilakukan secara manual, yaitu Pemerintah Daerah menyerahkan proposal usulan dan kelengkapannya ke Kementerian Komunikasi dan Informatika cq. Direktorat Pengembangan Pitalebar, Ditjen PPI. Dan selanjutnya, program Pembangunan BTS dan Penyediaan Akses Internet dapat diusulkan secara on line.

“Latar belakang disusunnya aplikasi ini adalah menghindari terjadinya penipuan terhadap pengusulan Program USO dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, memudahkan pengusulan program USO secara online dan melalui satu pintu oleh setiap Kabupaten sehingga tidak terjadi duplikasi usulan dari Kabupaten yang sama sekaligus memudahkan pemantauan progress usulan program USO oleh Pemda dan Transparansi kepada pengusul,” katanya seperti dikutip dari Laman Kominfo (28/12).

Aplikasi Penanganan Proposal KPU/USO adalah sebuah aplikasi yang digunakan sebagai rekapitulasi dan basis data proposal pengajuan/usulan seluruh Pemda dan Kementerian yang ada di Indonesia. Dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna dapat menambahkan usulan, mengetahui data usulan yang baru masuk, terverifikasi, dan diterima menurut kategori-kategori tertentu.

Aplikasi ini mencakup data usulan pembangunan BTS, data usulan pengadaan akses internet dan data usulan lainnya. Aplikasi E-USO dapat diakses di portal www.ditpitalebar.kominfo.go.id/e-uso.

Saat ini Direktorat Pengembangan Pitalebar sudah mengirimkan surat pemberitahuan ke Pemda terkait pemberian akun pengunaan aplikasi E-USO untuk masing – masing Kabupaten. Adapun Kabupaten yang sudah merespon terdapat 126 Kabupaten yang sudah memberikan akun.   

Belum lama ini Menkominfo Rudiantara telah meresmikan  BTS di daerah blankspot yaitu Perbatasan Indonesia-Malaysia di Desa Kantuk Asam, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Selain itu juga ada BTS  di Kampung Lebau, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Penyediaan BTS oleh Kementerian Kominfo di daerah blankspot merupakan salah satu program USO (Universal Service Obligation/Kewajiban Pelayanan Universal) di bidang telekomunikasi dan informatika yang dibangun dengan menggunakan dana USO yang dikelola oleh Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).

Sementara total akses internet yang sudah live di Provinsi Papua Barat berjumlah 25 lokasi yang terdiri dari sekolah, Balai Latihan Kerja, dan Pusat Informasi Pariwisata. Untuk pembangunan BTS di Provinsi Papua Barat, dari 54 titik lokasi yang diusulkan semua lokasi sudah disurvei dan seluruhnya masuk kedalam lokasi yang akan dibangun menara seluler

BP3TI, Kementerian Kominfo menargetkan hingga Desember 2016 akan terbangun 147 BTS dimana 52 BTS di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebar di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

Sampai pertengahan Desember 2016 sejumlah 20 BTS, sisa 32 BTS lainnya ditargetkan live pada akhir Desember 2016.

Pada tahun 2016 BP3TI telah melakukan pembelanjaan sejumlah 197 lokasi BTS di e-katalog dan per tanggal 21 Desember 2016 telah on air di 68 lokasi yang tersebar di Kalimantan, NTT, Maluku, Maluku Utara dan Papua. Sedangkan, 129 lokasi sisanya sedang dalam proses delivery dan pemesanan perangkat secara bertahap sampai akhir Januari 2017.

Sesuai dengan Rencana Strategis kementerian Komunikasi dan Informatika 2015-2019, berharap pada tahun 2019 sudah terbangun 625 BTS di daerah blankspot.

Dana USO diambil dari 1,25% pendapatan kotor penyelenggara telekomunikasi. Pada 2015, dana USO yang terkumpul sebanyak Rp 2,76 triliun. Pada 2016, target dana USO sebesar Rp 2,57 triliun sedangkan realisasi per November 2016 sudah Rp 3,17 triliun.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
hut idt 6
More Stories
telkom sigma
kerjasama CSI
kerjasama CSI