blanja-tcash
telkomsel halo

Indosat Ooredoo Bidik Satu Blok Tambahan Frekuensi 3G

07:59:57 | 01 Dec 2015
Indosat Ooredoo Bidik Satu Blok Tambahan Frekuensi 3G
Ilustrasi (dok)
JAKARTA (IndoTelko) – PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo membidik tambahan satu blok frekuensi 3G melalui tender yang akan digelar pada 2016 mendatang.

“Kami tertarik dengan tambahan satu blok frekuensi 3G di 2,1 GHz. Nanti, kalau sudah dinetralkan frekuensinya, langsung digunakan untuk 4G. Ini strategi menambah kapasitas,” ungkap Presiden Direktur & CEO Indosat Alexander Rusli usai peluncuran 4G Plus kemarin.

Dikatakannya, Indosat tak masalah jika nanti pasca tender ada penataan ulang frekuensi di 2,1 GHz karena itu sudah masuk dalam persyaratan lelang. “Memang disuruh tandatangan mau ikut tata ulang. Kita ikut saja, sudah resiko,” katanya.

Sebelumnya, Tri Indonesia dan XL Axiata  juga mengaku tertarik dengan tambahan frekuensi di 3G. Selain itu juga ada Telkomsel yang ingin memborong dua blok sekaligus. 

Alasan Telkomsel ingin memborong dua blok yang dilepas sekaligus karena memiliki pelanggan terbesar yakni 149 juta pengguna sementara alokasi frekuensi tak beda jauh  dengan pemain lain. Tak hanya itu, Telkomsel juga mengklaim sebagai penyumbang pajak terbesar untuk negara.

Seperti diketahui, Telkomsel punya 10 MHz di 900 MHz setelah Telkom mematikan layanan Flexi. Kemudian di 1.800 MHz mereka punya 22,5 MHz dan  di 2,1 GHz juga ada 15 MHz.

Total, Telkomsel punya spektrum 47,5 MHz, paling banyak dibanding operator lain seperti XL Axiata (45 MHz), Indosat Ooredoo (45 MHz), dan Hutchison 3 Indonesia (20 MHz).

Saat ini spektrum 2,1 GHz yang memiliki total lebar spektrum 60 MHz, telah ditempati oleh Tri di blok 1 dan 2 (10 MHz), Telkomsel di blok 3, 4, dan 5 (15 MHz), Indosat di blok 6 dan 7 (10 MHz), serta XL di blok 8, 9, dan 10 (15 MHz). Rencananya pada Januari 2016 akan dilelang blok 11 dan 12 oleh pemerintah yang merupakan warisan Axis.(id)

fb tw
Share
Artikel Terkait
loading...
Rekomendasi
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
indihome