blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Kolom Opini

Efisiensi dengan Shared Service berbasis cloud

13:47:32 | 06 Jan 2017
Efisiensi dengan Shared Service berbasis cloud
Arya Damar (Dok)
telkomtelstra januari - maret
PT Aplikanusa Lintasarta merupakan anak usaha Indosat Ooredoo yang bergerak di bidang komunikasi data, internet dan value added service (VAS).

Kami saat ini memiliki dua anak usaha yakni PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ATM Bersama) yang bergerak di bidang layanan jaringan ATM, dan PT Lintas Media Danawa yang bergerak di bidang solusi teknologi informasi (TI).

Saat ini, Lintasarta secara umum memang tidak secara langsung terjun ke bisnis Internet of Things (IoT). Tetapi, jika mengacu kepada definisi ekosistem IoT, maka saat ini Lintasarta baru berperan sebagai enabler IoT. Yakni, melalui penyediaan infrastruktur, baik konektivitas, dan data center dan maupun layanan cloud.

Saat ini layanan Data Center Lintasarta mendapat predikat 4 besar Data Center terbaik kategori enterprise Data Center di Asia Pasifik oleh Data Center Dynamics pada 9 November 2016 lalu.

Selain itu, layanan cloud Lintasarta juga baru saja mendapatkan penghargaan dari Frost & Sullivan Indonesia Excellenge Award 2016 pada 3 November 2016, untuk kategori Telco Cloud Service Provider of the Year.     

Nah, jika ditilik secara keseluruhan group di Indosat Ooredoo, sebenarnya Lintasarta secara group telah menyediakan solusi IoT kepada pelanggan dalam bentuk layanan managed serice melalui anak anak usaha kami.

Contohnya, kami sudah menyediakan solusi managed ATM machine oleh Artajasa dan solusi managed CCTV oleh Lintasarta.
Sekadar informasi, Lintasarta memiliki solusi IoT khusus Kawasan Industri dalam bentuk layanan internet, CCTV dan cloud bernama Lintasarta Internet CCTV Access (LICA).

Mengingat besarnya potensi IoT, kedepan Lintasarta akan masuk ke bisnis IoT baik secara langsung dan tidak langsung. Strategi tersebut akan dilakukan dengan dua cara.

Cara pertama, Lintasarta akan berperan sebagai provider melalui layanan yang disebut dengan managed service.

Cara kedua, kami memilih sebagai enabler melalui penyediaan infrastruktur (connectivity, data center dan cloud), penyediaan platform IoT dan kolaborasi dengan Independent Software Vendor (ISV), khususnya ISV lokal.

Untuk mendorong bisnis IoT kami, Lintasarta akan menggunakan strategi sinergi grup. Misal, sinergi dengan Indosat Ooredoo yang memiliki kekuatan di infrastruktur, mobile solution dan M2M.
Lalu, sinergi dengan Artajasa yang memiliki solusi sistem pembayaran, dan selanjutnya, sinergi dengan LMD sebagai pengembang aplikasi.

Ke depan, beberapa solusi IoT akan ditawarkan kepada pelanggan, di mana sistem pembayarannya akan menggunakan solusi dari Artajasa sebagai anak perusahaan.

Sebagai perusahaan TI terkemuka, Lintasarta tentu saja mendorong pengembangan konektivitas dan efisiensi di berbagai hal. Termasuk, sangat setuju dengan konsep dan inisiatif smart home, smart city, smart village, smart airport dan lain-lain.

Menurut kami, inisiatif smart home, smart city, smart village, smart airport dan lain-lain akan   memberikan dampak efisiensi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Namun sayangnya, saat ini implementasi tersebut dilakukan sendiri-sendiri oleh perusahaan dan instutusi pemerintah.

Hemat kami, akan jauh lebih baik jika dibangun infrastruktur bersama atau shared services yang akan menghemat biaya implementasi dan lebih mudah diintegrasikan.    

Untuk menuju efisiensi ini, Lintasarta mencoba mengambil peran berupa penyedia layanan shared services berbasiskan cloud sehingga terjadi percepatan implementasi dengan biaya yang lebih efisien.

Lintasarta juga berperan sebagai pihak yang memperluas network coverage, khususnya teresterial, ke seluruh kota atau kawasan di Indonesia sehingga nantinya dapat dilakukan interkoneksi antar ekosistem.    

Menurut kami, ekosistem yang terkoneksi ini sebaiknya memerlukan aturan pemerintah dalam dua aspek, yakni aspek keamanan dan aspek standarisasi.

Aspek security atau keamanan diperlukan, agar penyedia dan pengguna layanan memiliki panduan dan system IoT yg digunakan tidak mudah di-hack oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Sementara standarisasi diperlukan agar antar platform IoT dapat terhubung satu dengan lainnya.(*)

Ditulis oleh Arya Damar, President Director Lintasarta

Artikel ini juga dipublikasikan di Buku All About IoT yang diterbitkan IndoTelko.com bersama Indonesia IoT Forum

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Lifestyle-Native-LTE-Wifi-Calling_300x250.jpg
More Stories
telkom sigma
smartfren
kerjasama CSI
kerjasama CSI